Raup Omzet Rp30 Juta per Bulan, Pemuda Desa Ini Berhasil Tekuni Kerajinan dari Limbah Akar Bambu

Peseni Totok Setiawan Putranto. (Sariagri/Arief L)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 6 Oktober 2021 | 13:30 WIB

Sariagri - Akar bambu yang biasanya hanya berakhir di pembuangan sampah atau sebagai bahan kayu bakar tungku masak. Namun itu berubah di tangan Totok Setiawan Putranto (32 tahun), pemuda asal Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur menyulapnya jadi barang bernilai seni tinggi.

Berbagai macam karakter berhasil diciptakan Totok dari bahan bonggol akar bambu. Seperti ular naga, singa, burung elang, black panther, kereta, kapal nelayan, sosok petani, hiasan lampu kuno hingga fisikawan dunia ternama, Albert Einstein.

Semua kerajinan tersebut, ia kerjakan secara manual dengan penuh ketelatenan dan kesabaran. Hal inilah yang membuat karyanya bernilai jual mahal di mata para kolektor.

“Untuk menciptakan karya saya biasa menggunakan tatah pahatan dan mesin grenda kayu. Alhamdulillah hasilnya diminati pecinta seni luar negeri,” ungkap seniman pahat, Totok Setiawan Putranto kepada Sariagri, Rabu (6/10/2021).

Totok mengaku keahliannya itu didapatkan secara otodidak. Pria lulusan sarjana ekonomi di salah satu kampus ternama di Kota Malang ini justru mengaku usaha desain kreatif yang digelutinya bermula dari hobi.

“Dulu awalnya gak sengaja melihat banyaknya bonggol bambu yang hanya dijadikan kayu bakar di dapur, kemudian saya ambil dan mencoba untuk memenuhi hobi seni pahat. Ternyata hasilnya ada teman yang suka dan keterusan pesan hingga sekarang, “ imbuhnya.

Meski pemasaran baru sebatas memanfaatkan jejaring sosial media, pemesan kerajian buatan Totok sudah merambah hingga Amerika, Inggris dan Brunei Darusalam. Untuk karya sederhana berukuran kecil hingga sedang rata-rata dijual antara Rp500.000 sampai dengan Rp1,5 juta per item. Sedangkan ukuran besar dengan tingkat kerumitan tinggi, bisa laku terjual mencapai Rp20 juta.

“Karya saya paling fantastis, waktu itu bintang komedian televise dunia, mr Bean yang laku Rp20 juta dibeli kolektor asal Negara Inggris, “ akunya dengan senyum mengembang,

Baca Juga: Raup Omzet Rp30 Juta per Bulan, Pemuda Desa Ini Berhasil Tekuni Kerajinan dari Limbah Akar Bambu
Petani Lamongan Resah, Ratusan Lahan Pertanian Terancam Mati Akibat Air Bengawan Solo Tercemar Limbah Berbahaya

Dari hasil membuat karya seni tersebut, sebulan ia mampu meraup omzet mencapai Rp30 juta. Ke depan ia berniat membuka sanggar seni yang dapat melatih ketrampilan bagi para pemuda desa yang tertarik belajar dan berbisnis seni pahat dari akar bambu.

“Saya ingin menularkan ketrampilan yang telah saya kuasai kepada muda-mudi desa agar mereka punya keahlian dari memanfaatkan limbah bambu. Karena dari bahan gratis ini bisa mendatangkan pundi rupiah yang jelas sudah pasti menguntungkan, “ pungkasnya

Video Terkait