Petani Lamongan Resah, Ratusan Lahan Pertanian Terancam Mati Akibat Air Bengawan Solo Tercemar Limbah Berbahaya

Air Bengawan Solo tercemar limbah. (Sariagri/Arief L)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 5 Oktober 2021 | 14:30 WIB

Sariagri - Ratusan hektar tanaman padi di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur mengalami rusak dan terancam mati. Hal ini terjadi akibat air dari Bengawan Solo yang digunakan untuk mengairi sawah tercemar limbah.

Kondisi terparah dirasakan puluhan petani yang ada di Desa Plangwot, Kecamatan Laren, Lamongan. Petani menyebutkan air di bengawan solo yang tercemar ini sudah berlangsung 10 hari terakhir.

Selain debit bengawan solo mengalami penyusutan, warna air juga berubah menjadi hitam kecoklatan. Belum diketahui secara pasti penyebab perubahan air Bengawan Solo ini, namun warga menduga ada pencemaran limbah dari wilayah hulu sungai.

“Awalnya perubahan air hanya kecokelatan saja pada enam hari pertama, sekarang memasuki hari ke 10 warna air bengawan solo makin pekat hitam kecoklatan. Belum tau penyebab pencemaran dari mana, namun ada sumber yang mengatakan pencemaran diduga dari industri ciu di hulu sungai Jawa Tengah, “ ungkap Ketua Lembaga Pembedayaan Masyarakat (LPM) Desa Plangwot, Adip Wijaya kepada Sariagri, Rabu (6/10/2021).

Adib menyebutkan pencemaran air bengawan solo tidak hanya dirasakan warga dan petani di Lamongan, namun juga meluas ke Bojonegoro. Laporan yang masuk kepadanya, sudah ada sekitar 280 hektar lahan pertanian di tiga Kacamatan di Lamongan terdampak pencemaran air bengawan solo.

“Data yang masuk, air bengawan solo yang diduga tercemar limbah ini sudah menjangkau tiga Kecamatan di Kabupaten Lamongan terhitung di tiga hari terakhir yakni Kecamatan Babat, Maduran dan Kecamatan Laren. Total sudah mencemari lahan pertanian di tiga kecamatan tersebut mencapai 280 hektar, “ bebernya.

Adib menambahkan air bengawan solo ini merupakan sumber utama satu-satunya bagi petani dan warga Kecamatan Laren.  Selain dimanfaatkan untuk mengaliri sawah, pihaknya juga menggunakannya untuk kebutuhan bahan baku rumah tangga seperti memasak, mandi dan mencuci.

“Bahkan sudah ada laporan masuk warga mulai gatal-gatal kulit akibat menggunakan air tercemar ini. kami kini tengah menunggu laporan, kabarnya ada ternak yang sakit minum air tercemar ini, “ kata dia.

Warga di tiga kecamatan di Lamongan sudah lama memanfaatkan air bengawan solo menggunakan pompa mesin penyedot untuk kebutuhan sehari-hari. Namun diakui baru kali ini mengalami pencemaran di wilayah Lamongan.

“Sebelumnya yang pernah terjadi air bengawan solo tercemar hanya sebatas di wilayah Ngawi Jawa Timur. Namun yang sekarang masuk ke wilayah Lamongan ya baru kali ini. warga cemas, akan adanya jatuh korban jika tidak segera ditangani, “ ucapnya.

Keresahan serupa juga disampaikkan Minto (48 tahun) petani Desa Plangwot yang mengaku tanaman padi miliknya rusak dan terancam mati akibat lahannya teraliri air bengawan solo yang tercemar limbah.

“Tanaman padi milik saya ini berusia 30 hari, tidak bisa berkembang setelah terkena air bengawan solo tercemar limbah. Daunnya banyak yang menguning dan akarnya tidak mampu berkembang.  Satu hektar lahan padi ini terancam mati, “ ungkap Minto sambil menunjukan tanaman padi miliknya.

Ia bersama ratusan petani di tiga kecamatan di Lamongan, berharap ada tindakan nyata dari dinas terkait dalam mengatasi hal ini.  

“Mohon pemerintah atau Dinas Lingkungan hidup turun melakukan penelitian agar petani tidak resah dan khawatir. Sebab jika dibiarkan, petani dipastikan gagal tanam dan tidak mendapatkan hasil karena tanaman padi mati akibat tercemar air mengandung limbah berbahaya, “ tandasnya.  

Video Terkait



Baca Juga: Petani Lamongan Resah, Ratusan Lahan Pertanian Terancam Mati Akibat Air Bengawan Solo Tercemar Limbah Berbahaya
Ajarkan Petani Menanam yang Baik, Penyuluh Daerah Ini Swadaya Bangun Demplot Padi