Merdeka Ekspor Menjadi Pendorong Nilai Ekspor Pertanian Agustus 2021

Ilustrasi - Petani bekerja di sawah.(Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 15 September 2021 | 15:40 WIB

Sariagri - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis nilai ekspor pertanian pada Agustus 2021 mengalami pertumbuhan positif 17, 89 persen atau 0,34 miliar dolar AS jika dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini sejalan dengan aktivitas ekspor produk pertanian yang dikemas dalam konsolidasi Merdeka Ekspor 2021.

Merdeka Ekspor 2021 digelar pada 14 Agustus melalui 17 pintu bandara dan pelabuhan. Program itu menghasilkan devisa negara sekitar Rp7,2 triliun.

Kepala BPS, Margo Yuwono mengatakan kenaikan ekspor pertanian terjadi karena adanya kenaikan tinggi  ekspor komoditas kopi sebesar 30,55 persen, buah-buahan tahunan tumbuh 70,03 persen dan hasil hutan bukan kayu lainnya tumbuh 33,76 persen.

"Artinya kopi buah-buahan dan tanaman hasil hutan bukan kayu secara MtoM tumbuhnya cukup menjanjikan," ujar Margo melalui streaming, Rabu (15/9/2021).

Margo menjelaskan ekspor pertanian yang dihitung secara kumulatif juga mengalami pertumbuhan cukup signifikan. Ekspor periode Januari-Agustus 2021 mencapai 2,58 miliar dolar atau naik 7,52 persen jika dibandingkan periode sama tahun 2020.

"Kalau dilihat secara kumulatif ekspor kita naiknya cukup siginifikan. Disisi lain komoditas kelapa sawit yang tergabung dalam industri pengolahan tumbuh positif, yakni sebesar 68,98 persen baik itu secara MtoM maupun YonY," katanya.

Secara keseluruhan, kata Margo, sumbangan ekspor nonmigas Januari-Agustus 2021 mencapai 94,45 persen, dimana sektor pertanian menyumbang 1,82 persen.

"Selanjutnya ada Industri, tambang dan migas," katanya.

Margo juga menyampaikan kenaikan upah buruh tani pada Agustus 2021. Secara nominal, kata Margo, kenaikan upah buruh tani menjadi Rp56.902 atau naik 0,13 persen. Sedangkan secara ril mengalami kenaikan menjadi Rp52.750 atau naik 0,18 persen.

"Kenaikan juga terjadi pada upah buruh bangunan, dimana upah nominalnya mencapai 0,05 persen dan upah riil mencapai 0,02 persen," katanya.

Baca Juga: Merdeka Ekspor Menjadi Pendorong Nilai Ekspor Pertanian Agustus 2021
Kepala Daerah Dukung Inisiasi Kementan untuk Pacu Semangat Kerja di Sektor Pertanian

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri mengatakan pemerintah terus menguatkan komitmennya dalam menjaga kenaikan ekspor melalui program jangka panjang Gerakan Tiga Kali Ekspor (Geratieks) ataupun dalam bentuk konsilidasi Merdeka Ekspor.

"Karena itu kami jaga terus peningkatan produksi nasional, baik itu komoditas pangan, peternakan, hortikultura maupun perkebunan untuk mengamankan kebutuhan dalam negeri dan yang memiliki potensi ekspor. Penting bagi pemerintah mengutamakan ketersediaan 11 kebutuhan pokok untuk dalam negeri dan mendorong peningkatan kesejahteraan petani, melalui peluang pasar baru (ekspor)," katanya. 

Video terkait:

Video Terkait