Patut Dicontoh, Begini Konsep Pertanian Berkelanjutan Ala Petani AS

Lahan pertanian padi. (Pixabay/ Nattapon Jaroenchai)

Penulis: Dera, Editor: Redaksi Sariagri - Kamis, 3 Desember 2020 | 06:00 WIB

SariAgri - Siapa sangka, Amerika Serikat (AS) ternyata pengekspor beras utama yang menyumbang lebih dari 10% volume tahunan perdagangan beras dunia.

Lydia Holmes, Director of Sustainability USA Rice Federation mengatakan, petani padi di Amerika bangga dapat menjaga lahan mereka untuk generasi mendatang, seperti dikutip laman openaccessgovernment.org.

Padi ditanam di lahan pertanian yang terletak di enam negara bagian AS seperti Arkansas, California, Louisiana, Mississippi, Missouri, dan Texas. Mereka menggunakan praktik pertanian berkelanjutan yang telah meningkatkan hasil panen serta manfaat bagi lingkungan.

Selama 36 tahun terakhir, berkat praktik baru dan inovasi teknis, industri beras AS telah meningkatkan efisiensi penggunaan lahan sebesar 39%, mengurangi erosi tanah sebesar 28%, dan mengurangi penggunaan air sebesar 52%.

Industri beras juga telah mengurangi penggunaan energi sebesar 34% sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 41%. Hal tersebut merupakan komitmen perbaikan berkelanjutan, pertanian AS juga telah menetapkan target produksi beras untuk tahun 2030.

Berita Pertanian - Baca Juga: Perkenalkan Sorgum, Tanaman Pangan yang Tahan Terhadap Musim Kemarau
Pakar: Benih dengan Postur Tinggi Cocok untuk Lahan Rawa

Penggunaan lahan dan konservasi tanah

Pertanian padi memiliki erosi tanah paling rendah karena sifat unik dari praktik produksi beras. Erosi secara historis tidak menjadi masalah, namun para petani masih menemukan cara untuk meningkatkan penggunaan lahan dan air mereka.

Banyak yang menerapkan teknik pengelolaan lahan yang cerdas seperti perataan lahan yang presisi, yang menggunakan GPS dan peralatan pemindahan tanah yang dipandu laser untuk menciptakan kemiringan yang seragam di sawah. Teknik ini bisa mendistribusikan drainase permukaan dan air irigasi dengan lebih efisien.

Konservasi pengolahan tanah dilakukan dengan pengolahan minimal pada sisa tanaman sebelumnya atau disebut persemaian basi (stale seedbaed technique), yang membantu melindungi tanah dari erosi, kehilangan nutrisi, dan salinisasi.

Praktik ini membantu menjaga bahan organik di dalam tanah dan meningkatkan kesehatan tanah, serta menghemat energi dan mengurangi emisi gas rumah kaca karena menggunakan lebih sedikit traktor untuk mengolah lahan.

Penggunaan dan kualitas air

Sawah yang terendam air terlihat seperti 'danau kecil', tetapi kedalaman airnya hanya beberapa inci dan memiliki banyak kegunaan seperti mencegah erosi tanah, menciptakan habitat satwa liar, dan mengendalikan gulma secara alami.

Petani padi di negeri Paman Sam menggunakan berbagai praktik pertanian, tergantung pada infrastruktur dan tata letak pertanian mereka, seperti teknologi presisi untuk mengontrol penggunaan air dan kondisi cuaca untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi irigasi secara keseluruhan.

Metode irigasi inovatif lainnya termasuk pembasahan dan pengeringan alternatif (alternate wetting and drying/AWD), irigasi alur, irigasi saluran masuk ganda dan sistem irigasi bendungan.

Praktik-praktik ini memungkinkan petani menggunakan jumlah air yang tepat yang dibutuhkan tanaman mereka dan menggunakan kembali air irigasi jika memungkinkan. Teknik ini juga memungkinkan tanah mengering beberapa kali sehingga membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dari penggunaan air. 

Sawah adalah sistem filtrasi alami dan air yang mengalir meninggalkan sawah lebih bersih dan jernih dibandingkan saat mengalir dari sungai ke sawah. Petani juga menggunakan strip filter, penyangga tepi sungai, Pengendalian hama Terpadu (Integrated Pest Management/IPM), dan pengelolaan hara 4R untuk menjaga kualitas air dengan mengurangi volume limpasan.

Penggunaan Energi

Para petani padi AS telah memangkas penggunaan energi berkat peralatan pertanian yang lebih hemat bahan bakar, dan kemajuan teknologi pertanian yang memungkinkan penggunaan air lebih sedikit serta menggunakan aplikasi pupuk yang lebih tepat.

Di penggilingan padi, energi terbarukan menjadi semakin umum, dengan penggilingan mengubah limbah sekam padi menjadi energi, yang selanjutnya mengurangi emisi gas rumah kaca. Petani dan pabrik juga mengintegrasikan teknologi tenaga surya untuk membantu mengurangi biaya energi.

Keanekaragaman Hayati

Petani padi AS sangat berkomitmen untuk meningkatkan habitat satwa liar yang vital. Lahan sawah menyediakan jutaan hektar rumah dan nutrisi untuk burung air dan hewan lainnya.

Burung air yang mencari makan dari sisa biji-bijian yang tertinggal setelah panen, memberikan manfaat sampingan pada lingkungan, antara lain meningkatkan nutrisi tanah, dekomposisi jerami, dan mengurangi tekanan gulma dan serangga.

Demi menjaga keanekaragaman hayati, industri beras AS telah menjalin kerjasama dengan organisasi konservasi Ducks Unlimited untuk mendorong peningkatan kualitas air, kuantitas air, dan perlindungan habitat.

Perjalanan yang berkelanjutan

Industri beras AS telah membuat kemajuan yang mengesankan, karena itu mereka telah menetapkan target ambisius baru untuk tahun 2030, antara lain penurunan penggunaan air sebesar 13% hingga peningkatan efisiensi penggunaan lahan sebesar 10%.

Baca Juga: Patut Dicontoh, Begini Konsep Pertanian Berkelanjutan Ala Petani AS
Perkenalkan Pulu’ Mandoti, Beras Ketan Termahal di Indonesia

Petani padi AS peduli dengan tanah yang mereka tanam dan percaya dalam menggunakan praktik konservasi untuk mempertahankan serta meningkatkannya untuk generasi berikutnya.

Bagi mereka, keberlanjutan sangat bersifat pribadi dan mereka akan terus mencari cara baru untuk menyediakan pasokan makanan yang aman dan bergizi sekaligus melindungi lingkungan. (Sariagri/Marthin)

Berita Pertanian - Kenapa Petani Indonesia Miskin?

Video Terkait