Kementan Beberkan Rahasia Pertanaman Padi Empat Kali Setahun

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (tengah) didampingi Bupati Sukoharjo Eti Suryani (kiri0 dan anggota DPR RI Eva Yuliana (kanan) saat panen padi IP 400 di Sukoharjo, Jateng. (Antara/Bambang Dwi Marwoto)

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 13 Oktober 2021 | 15:40 WIB

Sariagri - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan terobosan sistem pertanaman padi empat kali setahun untuk meningkatkan produksi padi nasional. Sistem pertanaman padi empat kali setahun juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  

"Untuk mewujudkan program penanaman padi empat kali setahun tentunya harus didukung dengan ketersediaan air, varietas padi unggul, mekanisasi, korporasi petani dan kelembagaannya harus disusun sehingga dari hulu ke hilir terintegrasi sehingga aspek pemasaran pun terjamin," ujarnya, Rabu (13/10/2021). 

Sistem pertanaman padi empat kali setahun merupakan salah satu terobosan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam meningkatkan produksi padi, ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani. Mentan menekankan program ini tidak hanya diterapkan di Sukoharjo tetapi juga di 98 kabupaten bahkan ke depan di seluruh wilayah Indonesia.

Kegiatan panen di Kabupaten Sukoharjo, menurut Mentan, untuk membuktikan lahan yang cukup baik bisa dimanfaatkan penanaman padi empat kali setahun. Terbukti, saat ini Kabupaten Sukoharjo mampu menanam padi seluas 2.000 hektare empat kali setahun bahkan tahun ini diperluas menjadi 5.000 hektare.

"Tadi kita sudah tanya ke petani, hasilnya dalam satu musim tanam itu di atas Rp30 juta. Kalau cuman tanam dua kali setahun hanya dapat Rp 60 juta dan membuang waktu juga dalam setahun. Jadi tanam padi 4 kali setahun benar-benar menambah produksi dan penghasilan petani," jelasnya.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menambahkan ada tujuh kunci mewujudkan program padi pertanaman empat kali setahun.

Pertama, semai di luar bisa dengan sistem culik, dapog atau tray dan menggunakan benih umur pendek 70 sampai 90 hari yang disemai di luar. 

Kedua, melakukan mekanisasi pertanian supaya hemat waktu dan tenaga.

Ketiga, pemakaian pupuk kimia dikurangi secara bertahap hanya urea 25 kilogram (kg) per musim per hektare dan menggunkan unsur hara dari kompos, limbah tanaman dan limbah ternak. 

Keempat, pola tanam empat kali setahun terdiri dari padi-palawija-padi-palawija, padi-padi-palawija-padi, padi-padi-padi-padi atau pola tanam lainnya sesuai kondisi setempat.

Baca Juga: Kementan Beberkan Rahasia Pertanaman Padi Empat Kali Setahun
Panjangnya Bisa Puluhan Cm, Jagung Raksasa di Negara Ini Terancam Punah

Kelima, hemat penggunaan air dari sumur/embung/pompa air di lahan kering atau tadah hujan dan air diputar untuk berbagai aktivitas pertanian terlebih dahulu.

Keenam, menerapkan integrated farming menuju zero waste, antisipasi dan mitigasi organisme pengganggu tanaman.

Ketujuh, melakukan hilirisasi dan skala kawasan korporasi sebagai off taker untuk akses KUR.

“Penerapan pertanaman empat kali setahun berarti mengatur fluktuasi panen karena tanam padi musiman. Karena setahun 4 kali tanam, berarti proses produksi tidak pernah berhenti,” katanya.

Video terkait:

Video Terkait