Lahan Terbatas, Singapura Akan Fokus ke Pertanian Hemat Sumber Daya

Ilustrasi Lahan Pertanian. (Foto: Unsplash)

Editor: Putri - Selasa, 5 Juli 2022 | 16:05 WIB

Sariagri - Singapura akan fokus pada pengembangan pertanian yang hemat sumber daya ketimbang unggas. Hal tersebut dikarenakan Negeri Singa memiliki keterbatasan lahan, tenaga kerja, energi dan air. Penegasan ini disampaikan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu di hadapan Parlemen.

"Kami lebih memilih untuk berkonsentrasi pada makanan pertanian yang dapat diproduksi dengan cara yang efisien sumber daya dan berkelanjutan secara komersial," kata Menteri Fu, dilansir dari Channel News Asia, Selasa (5/7/2022). 

Mengutip data dari Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), Menteri Fu mengatakan bahwa emisi setara CO2 yang dihasilkan dari memproduksi 1 kg ayam untuk daging adalah sekitar tiga kali lipat dari beberapa ikan.

Dalam kesempatan itu, Menteri Fu juga menanggapi pertanyaan dari Anggota Parlemen (MP) tentang pasokan makanan Singapura dan dampak larangan ekspor ayam Malaysia.

Anggota Partai Tindakan Rakyat Joan Pereira saat itu bertanya apakah pihak berwenang akan mempertimbangkan untuk menetapkan target produksi lokal di bawah program ketahanan pangan '30 by 30' Singapura. 

Di bawah program '30 by 30' Singapura bertujuan memproduksi hingga 30 persen dari kebutuhan nutrisinya secara lokal pada 2030, naik dari kurang dari 10 persen saat ini.

Selain itu anggota Partai Tindakan Rakyat lainnya Shawn Huang bertanya tentang dampak dari gangguan pasokan ayam dan pendekatan jangka panjang Pemerintah Singapura untuk pasokan unggas.

Topik ketahanan pangan telah menjadi sorotan baru-baru ini karena guncangan rantai pasokan yang disebabkan oleh pandemi COVID-19, perang Rusia-Ukraina serta negara-negara yang memprioritaskan pasokan lokal di tengah melonjaknya harga.

Singapura memiliki sekitar 260 peternakan lokal yang memproduksi komoditas seperti ikan, telur, dan sayuran. Fu mengatakan, Singapura mengimpor lebih dari 90 persen makanannya dari sekitar 170 negara dan wilayah.

Khusus untuk ayam, 34 persen impor Singapura berasal dari Malaysia, turun dari 37 persen pada 2018. Singapura bekerja keras untuk mengamankan pasokan daging ayam setelah Malaysia memutuskan untuk memberlakukan larangan ekspor pada 1 Juni.

Pada Juni 2022, Indonesia disetujui sebagai sumber baru untuk impor ayam. Saat ini, total ada 25 negara yang terakreditasi untuk mengekspor ayam ke Singapura, kata Fu.

Anggota parlemen lain, Gerald Giam menanyakan apa kendala dalam memperluas jumlah negara yang disetujui untuk impor unggas. Untuk ini, Fu mengatakan bahwa keamanan pangan tetap menjadi perhatian utama dalam hal impor.

"Bahkan saat kami mendiversifikasi sumber makanan kami, keamanan pangan tetap yang terpenting. Hanya sumber terakreditasi yang memenuhi standar keamanan pangan dan kesehatan hewan Singapura yang akan diizinkan untuk diekspor ke Singapura," katanya.

Dalam pertemuan Parlemen tersebut, Menteri Fu juga mengatakan bahwa Singapura tidak memiliki biaya impor yang signifikan yang akan menghambat pembentukan pasar baru.

Negara-negara seperti Thailand dan Australia diakreditasi untuk impor ayam hidup dan beku, tetapi 99 persen pasar diambil oleh Malaysia, katanya. Meskipun Singapura memilih negara lain, importir terus bekerja sama dengan Malaysia karena kedekatan dan sejarah panjang bersama.

Baca Juga: Lahan Terbatas, Singapura Akan Fokus ke Pertanian Hemat Sumber Daya
Cina Perkuat Modernisasi Pertanian untuk Ketahanan Pangan



"Akan selalu ada alasan kompetitif biaya bagi importir untuk tertarik ke pasar sumber," tambahnya. Terkadang, katanya, hal ini karena kedekatan dan rantai logistik memungkinkan barang tiba paling cepat, katanya.

"Mereka (importir) enggan mencoba daerah baru yang bisa menambah biaya. Mereka mungkin enggan mencoba produk baru karena tidak familiar dengan konsumen. Jadi dari waktu ke waktu, kami harus mengevaluasi kebutuhan persyaratan perizinan. Kami melakukannya untuk telur dan kami akan memikirkan apakah perlu untuk ayam juga," tutup Fu. 

Video Terkait