Diterjang Hujan Lebat, Puluhan Hektar Tanaman Tembakau Petani Rusak

Tanaman tembakau petani di Lombok rusak. (Sariagri/Yongki)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 4 Juli 2022 | 19:20 WIB

Sariagri - Puluhan hektar tanaman tembakau milik para petani di Kabupaten Lombok Tengah rusak parah akibat diguyur hujan. Daun tembakau yang semula tumbuh subur kini layu dan mati karena terlalu banyak menyerap air. 

Kondisi ini membuat para petani merugi, karena tanaman tembakau mereka dipastikan gagal panen dan biaya produksi yang sudah dikeluarkan tidak bisa ditutupi. 

"Karena hujan terlalu besar dan terjadi malam hari sehingga tidak bisa di atasi oleh masyarakat," Kata Hasan, Salah seorang petani di Wilayah itu, Senin (4/7/2022). 

Tidak adanya sistem drainase di areal persawahan kata Hasan, menjadi faktor utama penyebab terendamnya tembakau miliknya yang baru berumur satu bulan lebih. 

Tanaman tembakau yang ia dan para petani kelola di lahan seluas 60 hektar harus rusak dan tidak bisa dipanen. "kalau sudah begini, sudah tidak ada harapan,” keluhnya. 

Berdasarkan data sementara tanaman tembakau petani yang rusak akibat diguyur hujan di Kabupaten Lombok tengah tersebar di empat desa, di dia kecamatan yakni praya timur dan pujut. 

Pemerintah saat ini masih mendata, wilayah terdampak yang paling parah agar segera diberikan bantuan bibit untuk mengganti kerusakan para petani.

"Kami masih melakukan penyisiran bersama tim penyuluh untuk didata mana lahan tembakau yang rudak," Zainal arifin, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Dan Peternakan Lombok tengah. 

Baca Juga: Diterjang Hujan Lebat, Puluhan Hektar Tanaman Tembakau Petani Rusak
Asosiasi Petani Dukung Pemimpin Pro-Petani Tembakau Jadi Presiden

Tergenang nya sawah petani kata Zainal disebabkan karena tekstur tanah yang tadah hujan serta posisinya yang berada di dataran rendah. Dengan begitu, ketika hujan turun maka lahan petani rentan digenangi air. 

"Tekstur tanah dan posisinya yang berada di pinggir jalan jadi Lahan ini akan menjadi muaranya air yang mengalir, sehingga yang terendam ini tidak semua dalam satu hamparan" Ujarnya.

 

Video Terkait