Diterjang Topan, Cina Bergegas Pastikan Hasil Pertanian Capai Target

Ilustrasi - Lahan pertanian. (Unsplash/Leo Chane)

Editor: Arif Sodhiq - Senin, 4 Juli 2022 | 09:00 WIB

Pasca topan Chaba menerjang Daerah Otonomi Guangxi Zhuang Cina selatan dan Provinsi Guangdong, para petani lokal bergegas memanen padi di awal musim dan berupaya memperkuat lahan pertanian untuk mengurangi kerusakan. Sejauh ini, terjangan topan hanya berdampak terbatas pada kegiatan panen dan berbagai langkah telah dilakukan untuk mengurangi kerugian.

Topan telah menyebabkan sedikit kerusakan pada pertanian lokal sejauh ini, dan volume panen gandum musim panas mencapai tingkat lebih tinggi dari tahun ke tahun,” ujar seorang petani dari agen koperasi pertanian dan peternakan Lianqiang yang berlokasi di Baise, Guangxi, kepada Global Times, Minggu (3/7/2022).

Dia mengatakan hujan lebat dan angin kencang kemungkinan berdampak pada buah-buahan tropis seperti mangga. Namun, menurut dia, petani telah menyiapkan dukungan ekstra untuk tanaman dan fasilitas produksi serta berusaha memastikan air hujan dapat segera dikeringkan.

Sementara itu, seorang warga bermarga Liu yang menanam padi di Guangdong menjelaskan kepada Global Times akibat hujan lebat yang disebabkan topan, sejauh ini hanya 10 persen dari hasil gandumnya yang telah dipanen.

Untuk mengurangi kerugian besar, pekerja kami telah bekerja lembur menjelang topan untuk mendapatkan hasil panen, kata Liu sambil menambahkan telah menumpuk padi yang dipanen di gudang kering untuk menghindari pembusukan.

Otoritas Provinsi Guangdong menyatakan topan datang saat lebih dari 866 ribu hektare padi memasuki musim panen di wilayahnya.

Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan Cina bergerak cepat untuk mengatasi topan dengan memerintahkan jajarannya di daerah untuk meminimalkan kerusakan dan memastikan produksi dapat dilanjutkan dengan cepat.

Kementerian Pertanian Cina mendesak untuk segera menggenjot panen padi di awal musim, sekaligus memperkuat pohon buah, rumah kaca serta kandan ayam dan babi untuk mengurangi potensi kerugian. Selain itu penyesuaian dan pengangkutan produksi seperti benih, pupuk dan pestisida akan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pemulihan produksi pascabencana.

Topan hanya mempengaruhi produksi biji-bijian di sebagian wilayah di Cina selatan dan tidak akan menyebabkan pengurangan produksi dalam skala besar,” terang pemimpin redaksi situs berita industri cngrain.com, Jiao Shanwei, kepada Global Times.

Baca Juga: Diterjang Topan, Cina Bergegas Pastikan Hasil Pertanian Capai Target
Kebocoran Gas Klorin Tewaskan 12 Orang dan Lukai 251 Orang

Menurut Jiao. Cina telah memperluas areal tanam padi pada awal musim tahun ini sehingga pasokan beras domestik secara keseluruhan terjamin.

Cina sangat mementingkan produksi dan keamanan pangan dalam beberapa tahun terakhir dengan produksi biji-bijian stabil di angka lebih dari 650 miliar kilogram. Tahun ini, target Beijing menjaga produksi biji-bijian di atas angka itu.

 

Sariagri -  

Video Terkait