Pengamat Minta Pemerintah Jamin Ketersediaan 11 Komoditas Bahan Pokok

Ilustrasi padi inpari sidenuk (Distan Buleleng)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Arif Sodhiq - Minggu, 3 Juli 2022 | 14:30 WIB

Sariagri - Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa mengatakan pemerintah harus menjamin ketersediaan 11 komoditas bahan pokok untuk mengantisipasi krisis pangan dunia. Sebelas komoditas pokok itu adalahi beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi/kerbau, daging ayam, telur ayam, gula pasir dan minyak goreng. 

"Untuk memiliki stok yang cukup, itu wajib, kenapa? Kalau ada goncangan pangan, itu lebih tepat bisa diatasi karena bisa digelontorkan pangan yang disimpan untuk masyarakat. Tetapi kenyataan berkata lain, saat ini Badan Pangan Nasional (BPN) belum memiliki dana untuk mengisi stok," ujar Andreas melalui keterangan resminya.

Menurut dia, Badan Pangan Nasional (BPN) membutuhkan anggaran untuk membeli komoditas dan juga membangun infrastruktur penyimpanan yang memadai.

"Jadi pemerintah memiliki Pekerjaan Rumah (PR) yang besar untuk melengkapi stok komoditas pangan nasional (ketersediaan pangan) di tengah ancaman krisis pangan global," tuturnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki ketersediaan pangan yang memadai hingga akhir tahun 2024.

Baca Juga: Pengamat Minta Pemerintah Jamin Ketersediaan 11 Komoditas Bahan Pokok
Pakar: Kualitas Varietas Kedelai Lokal Bisa Bersaing dengan Kedelai Impor

Soal beras, Bulog disebut sudah tidak lagi mengimpor beras dalam tiga tahun, bahkan Indonesia berencana untuk mengekspor beras.
Bulog disebut memiliki stok lebih dari 1 juta ton beras.

Kendati demikian, stok beras 1 juta ton tersebut pun menurut Andreas tidak memuaskan.

"Stok di Bulog sampai 13 Juni hanya 1 juta ton. Jauh di bawah ketika Bulog pada tahun-tahun sebelumnya. Karena biasanya, setelah panen raya simpanan di atas 2 juta ton," terangnya..

Video Terkait