Pakar: Kualitas Varietas Kedelai Lokal Bisa Bersaing dengan Kedelai Impor

Ilustrasi Kedelai (Pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Dera - Sabtu, 2 Juli 2022 | 18:00 WIB

Sariagri - Guru Besar Ilmu Gizi IPB University Prof Evy Damayanthi, mengungkapkan kualitas varietas kedelai lokal tidak kalah saing dengan kedelai impor. Di Indonesia, sebanyak 50 persen dari konsumsi kedelai Indonesia sebagian besar diproduksi menjadi olahan tempe dan tahu.

Olahan kedelai fermentasi seperti tempe ternyata meningkatkan ketersediaan biologis zat gizi dan menyebabkan tempe mengandung vitamin B12. Vitamin B12 ini biasanya tidak dapat ditemukan pada nabati lainnya dan hanya ditemukan pada daging.

"Kandungan gizi pada hasil olahan kedelai cenderung masih tetap baik. Kandungan gizi ini tergantung jenis olahannya karena cara mengolah dan sifat makanannya akan mempengaruhi kandungan gizi," ujarnya, dikutip dari laman resmi IPB.

Menurutnya, komponen bioaktif isoflavon pada kedelai juga memiliki aktivitas fisiologis terkuat sebagai antioksidan. Kandungan isoflavon kedelai lokal Devon I dan Argomulyo lebih tinggi dibandingkan kedelai impor. Antioksidan ini sangat baik untuk menangkal penyakit kronis. Berdasarkan hasil uji laboratorium, kapasitas antioksidan pada tempe kedelai lokal dan impor juga tidak berbeda.

"Manfaat kedelai bagi kesehatan dari berbagai studi epidemiologi dan eksperimental mengungkapkan bahwa kedelai baik untuk penyakit jantung koroner, obesitas, diabetes, kanker, hingga penyakit kronis lainnya," ujarnya.

Ia menjelaskan, menurut studi observasi prospektif, sebanyak enam gram protein kedelai mampu menurunkan kolesterol total dan low-density lipoprotein (LDL), iskemik dan cerebrovascular.

Menurut studi meta analisis, 47 gram protein per hari mampu menurunkan profil lipid atau kolesterol hingga 9,3 persen. Hal ini terjadi karena kandungan isoflavon dapat memperbaiki sirkulasi melalui pembesaran pembuluh darah. Tingkat konsumsi protein kedelai 25 gram per hari akan memberikan asupan isoflavon sebesar 37-62 miligram.

Baca Juga: Pakar: Kualitas Varietas Kedelai Lokal Bisa Bersaing dengan Kedelai Impor
Aksesi Ubi Kayu IPB University Berpotensi Tinggi Sebagai Varietas Unggul

“Jika isoflavon dikonsumsi minimal 35 miligram per hari atau setara dengan tiga potong tempe ukuran sedang akan nyata perannya dalam menurunkan kadar lipid darah dengan berbagai macam masakan atau produk,” tambahnya. Menurutnya, kedelai juga mengandung khasiat serupa dengan estrogen dalam diet fitoestrogen. Konsumsi kedelai juga berhubungan erat dengan interaksi mikrobiota dalam pencernaan. Konsumsi kedelai dapat memberikan efek baik bagi kesehatan saluran pencernaan. Olahan kedelai dapat meningkatkan bakteri baik dan menekan bakteri jahat dalam pencernaan.

Selain manfaat dari sisi kesehatan, kedelai juga memiliki khasiat bagi kecantikan kulit. Efektivitas minyak kedelai telah terbukti sebagai agen anti penuaan. Penggunaan minyak kedelai dalam perawatan kulit menunjukkan perubahan kulit yang semakin baik.

Video Terkait