Harga Biji-bijian Naik, Petani AS Tingkatkan Luas Areal Tanam Jagung

Ilustrasi Tanaman Jagung. (Foto: Pixabay)

Editor: Putri - Jumat, 1 Juli 2022 | 12:40 WIB

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa para petaninya akan menanam lebih banyak jagung dari yang mereka rencanakan sebelumnya. Hal tersebut dilakukan untuk mengambil keuntungan dari meningkatnya harga biji-bijian. 

Sementara itu, areal penanaman kedelai akan lebih rendah dari perkiraan Departemen Pertanian AS pada Maret lalu

Mengutip Reuters, Jumat (1/7/2022), kekhawatiran terbatasnya ekspor jagung dari Ukraina akibat perang menjadikan dunia berfokus pada tanaman asal AS, yang menjadi salah satu terbesar di dunia.

Kondisi itu mendorong para petani untuk menanam biji-bijian meskipun biaya pupuk tinggi. Departemen Pertanian AS menyebut total areal tanam jagung mencapai 89,921 juta hektare dan kedelai mencapai 88,325 juta hektare.

Pada Maret 2022, departemen itu mengatakan bahwa para petani merencanakan untuk menanam 89,490 juta hektare jagung dan 90,955 juta hektare kedelai. Penanaman tersebut dengan biaya pupuk tanaman minyak yang lebih rendah sehingga dapat digunakan sebagai insentif benih kedelai.

Meskipun kami memiliki biaya perawatan yang tinggi, orang ingin menanam jagung karena potensi keuntungannya lebih tinggi, kata presiden komoditas AS di West Des Moines, Iowa, Don Roose. 

Pada tahap awal budidaya, tanaman jagung dapat berkembang dengan baik walau penanamannya terlambat karena kondisi basah dan sejuk di sekitar sebagian besar Midwest. Namun, kondisi tanaman memburuk dalam beberapa pekan terakhir karena jagung menghadapi tekanan akibat suhu tinggi.

Baca Juga: Harga Biji-bijian Naik, Petani AS Tingkatkan Luas Areal Tanam Jagung
Melihat Bagaimana Pertanian Konservasi di Kenya Tingkatkan Produksi

Sementara penanaman di AS bagian utara mengalami keterlambatan karena hujan lebat. Keadaan tersebut membuat Departemen Pertanian AS harus mengumpulkan data terbaru di tiga negara bagian dan memperbarui angka areal pada Agustus jika diperlukan. 

Para petani dan pedagang akan mengamati dengan cermat prakiraan cuaca beberapa minggu ke depan saat jagung memasuki fase penyerbukan yang sangat menentukan hasil panen selama musim panen yang mulai pada bulan September mendatang.

Video Terkait