Perubahan Iklim Membuat Tanaman Jadi Lebih Rentan Terhadap Penyakit

Ilustrasi - Lahan pertanian padi.(Piqsels)

Editor: Tanti Malasari - Jumat, 1 Juli 2022 | 10:45 WIB

Sariagri - Sariagri - Gelombang panas tidak hanya membahayakan manusia, tetapi juga merusak tanaman yang menyediakan makanan bagi kita. Suhu bumi yang naik terlalu tinggi, menyebabkan sistem pertahanan tanaman menjadi kurang efektif sehingga lebih rentan terhadap serangan patogen dan hama serangga.

Menurut para ilmuwan, suhu yang tinggi merusak produksi asam salisilat, yakni hormon pertahanan yang mengaktifkan sistem kekebalan tanaman dan menggagalkan serangan hama, seperti dilansir oleh natureworldnews.com.

Ahli biologi Universitas Duke, Sheng-Yang dan mahasiswa pascasarjananya, Bethany Huot menemukan bahwa bahkan gelombang panas yang singkat memiliki dampak yang signifikan pada pertahanan hormon tanaman Arabidopsis, sehingga lebih rentan terhadap infeksi oleh bakteri Pseudomonas syringae.

Baca Juga: Perubahan Iklim Membuat Tanaman Jadi Lebih Rentan Terhadap Penyakit
Studi Ungkap Ketahanan Pangan di Asia Terancam Perubahan Iklim



Untuk mencegah penyebaran bakteri, kadar asam salisilat dalam daun tanaman biasanya meningkat tujuh kali lipat saat patogen ini menyerang. Tetapi tanaman tidak lagi dapat memproduksi hormon pertahanan yang cukup untuk mencegah infeksi ketika suhu meningkat di atas 30 derajat Celcius hanya selama dua hari.

Gelombang panas yang semakin parah akibat pemanasan global saat ini, terus melemahkan pertahanan alami tumbuhan. Kondisi ini menyebabkan ekonomi global telah kehilangan produksi sektor pertanian hingga 40% setiap tahun karena hama dan penyakit, dengan nilai sekitar 300 miliar dolar AS.

Di sisi lain, produksi pangan harus meningkat 60% untuk mendukung sekitar 10 miliar orang yang akan menghuni planet ini pada tahun 2050.

Video Terkait