Inovatif! Sekolah Ini Olah Limbah Darah Sapi Jadi Pupuk Organik Cair

Ilustrasi Sapi Bali (Pixabay)

Editor: Putri - Rabu, 29 Juni 2022 | 20:30 WIB

Salah satu sekolah vokasi yang dimiliki Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yakni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Analis Kimia Padang membuat inovasi pengolahan limbah darah sapi menjadi pupuk cair.

Inovasi yang dinamai POC Darsa Rupawan (Pupuk Organik Cair Darah Sapi Rumah Potong Hewan) itu berhasil masuk dalam Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reforms Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan-RB).

Pengolahan limbah darah sapi mulai dilakukan SMK-SMAK Padang sejak 2012. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh darah sapi yang belum diolah oleh rumah pemotongan hewan (RPH), sehingga menjadi limbah.

“Karenanya, SMK-SMAK Padang tertantang menjawab permasalahan tersebut sehingga lahirlah POC Darsa Rupawan dan saat ini sudah dipatenkan dengan nomor: IDP000046551,” kata Sekretaris Jenderal Kemenperin, Dody Widodo, di Jakarta.

Dody menyampaikan, latar belakang terciptanya inovasi tersebut karena pada 2012, siswa SMK-SMAK Padang yang tinggal di dekat RPH khawatir akan dampak limbah darah sapi terhadap masyarakat sekitar. Pasalnya, apabila limbah tersebut dibiarkan mengalir ke sungai, akan memberikan dampak buruk bagi masyarakat sekitar.

Dalam jangka pendek, limbah darah akan menimbulkan bau yang tidak sedap dan air sungai yang dialiri limbah menjadi keruh. Pada jangka menengah, bisa berdampak terhadap kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar RPH, seperti rawan terkena penyakit pernapasan dan kulit.

Sedangkan dalam jangka panjang, limbah darah sapi di sungai dapat mengakibatkan penurunan kadar oksigen air sungai sehingga ekosistem air sungai terganggu.

Di Sumatera Barat, terdapat 10 RPH yang diawasi oleh dinas peternakan dan kesehatan hewan setempat. Tiap satu RPH setiap harinya menyembelih sebanyak 12 ekor sapi. Sehingga, total terdapat 120 ekor sapi yang disembelih setiap harinya, menghasilkan 720 liter hingga 960 liter limbah darah sapi per hari.

Berdasarkan survei lapangan tujuh dari 10 RPH tadi belum memiliki prosedur pengelolaan limbah darah sapi pasca-penyembelihan, sehingga banyak masyarakat yang terganggu dengan bau limbah dan air sungai yang tercemar.

Baca Juga: Inovatif! Sekolah Ini Olah Limbah Darah Sapi Jadi Pupuk Organik Cair
Begini Cara Memanfaatkan Limbah Dapur untuk Menyuburkan Tanah



“Melalui pembelajaran analisis terpadu II, siswa SMK-SMAK Padang dan pembimbing berkolaborasi membuat inovasi dengan mengolah limbah tersebut menjadi pupuk organik cair. Berdasarkan hasil pengujian, POC Darsa Rupawan dapat digunakan untuk padi, buah-buahan, sayur-sayuran, palawija, dan tanaman hias,” kata Dody.

Lahirnya inovasi POC Darsa Rupawan diharapkan mampu memberikan solusi bagi permasalahan limbah darah sapi, dengan mengurangi limbah tersebut dan meningkatkan manfaatnya bagi lingkungan.

Selain itu, pengolahan limbah jadi pupuk ini dapat membantu para petani untuk pemupukan lahan pertanian dengan biaya yang lebih terjangkau. Hal tersebut juga turut menghemat biaya subsidi pupuk pemerintah.

“Sebagai perbandingan, saat ini total harga subsidi pupuk per satu hektare sebesar Rp1,5 juta. Dengan pupuk yang kita gunakan bisa menghemat sekitar Rp796 ribu, karena total biaya produksi per hektare pupuk cair ini sebesar Rp744 ribu untuk 240 liter POC Darsa Rupawan,” jelas Dody.

Dody memperkirakan penggunaan pupuk cair hasil inovasi ini dapat menghemat subsidi pupuk hingga sebesar Rp1,4 triliun.

Video Terkait