Nilai Ekspor Pertanian dan Perkebunan Sumut Naik, Ini Pendorongnya

Nilai ekspor pertanian Sumatera Utara pada triwulan I 2022 meningkat 15,92 persen dibandingkan periode sama 2021. (Antara)

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 29 Juni 2022 | 07:00 WIB

Sariagri - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara, Nurul Hasanudin mengatakan nilai ekspor pertanian pada triwulan I 2022 meningkat 15,92 persen dibandingkan periode sama 2021. Peningkatan nilai ekspor Sumut didorong membaiknya perekonomian global. Pemulihan ekonomi membuat permintaan ekspor terus menguat. 

Pada triwulan I 2022, nilai ekspor sektor pertanian Sumut 175,743 juta dolar AS dibanding periode sama 2021 yang masih 151,612 juta dolar AS. Nilai ekspor sektor perkebunan juga meningkat dan bahkan lebih besar yaitu 20,73 persen. 

Pada triwulan I 2021, nilai ekspor Sumut masih 2,428 miliar dolar AS dan periode sama 2022 sudah sebesar 2,931 miliar dolar AS. 

"Menggembirakan, nilai ekspor sektor pertanian dan perkebunan sama-sama meningkat," ujar Nurul Hasanudin di Medan, Selasa. 

Kepala Karantina Pertanian Belawan, Andi Yusmanto, mengatakan, ekspor sektor pertanian memang terus didorong karena potensinya juga sangat besar. 

Pada tahun ini, misalnya Sumut mulai mengekspor pakan ternak dari bahan limbah jagung ke Korea Selatan. 

Baca Juga: Nilai Ekspor Pertanian dan Perkebunan Sumut Naik, Ini Pendorongnya
Nilai Ekspor Pertanian Daerah Ini ke Cina Capai Rp2,36 Triliun



Ekspor pakan ternak bahan limbah jagung itu mendukung Gerakan Tiga Kali (Gratieks) yang merupakan gagasan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. 

"Kami akan terus memacu ekspor pertanian agar dapat memberikan nilai lebih bagi petani," pungkasnya.

Video Terkait