Turki Berencana Capai Pertanian yang Ramah Iklim, Begini Caranya

Ilustrasi Pertanian di Turki. (Foto: Unsplash)

Editor: Putri - Selasa, 28 Juni 2022 | 17:50 WIB

Kementerian Pertanian dan Kehutanan Turki berkonsentrasi pada inisiatif pertanian dan produksi pangan yang ramah iklim. Hal tersebut dilakukan dengan fokus pada perlindungan ekosistem.

Perubahan iklim menjadi agenda utama Turki karena suhu rata-rata global telah meningkat sebesar 1,1 derajat Celsius. Kondisi itu memperburuk bencana alam yang menyebabkan kerugian ekonomi sebesar 210 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp296 triliun pada 2021. Sektor pertanian menyumbang sekitar 60 persen dari kerugian ekonomi tersebut.

Sebagai negara yang kekurangan air, Turki memprioritaskan praktik yang dirancang untuk mengurangi kehilangan air pertanian. Negara itu memperkirakan adanya penurunan 17 persen sumber daya air per orang pada 2040 karena peningkatan populasi dan perubahan iklim.

Mengutip Daily Sabah, Selasa (28/6/2022), Kementerian Pertanian Turki menerapkan serangkaian tindakan, terutama di daerah aliran sungai yang kekurangan air.

Para petani didorong untuk beralih ke tanaman yang mengandalkan lebih sedikit air dan memprioritaskan metode produksi pertanian yang ramah lingkungan.

Selain itu, Kementerian Pertanian Turki juga akan memberikan program pelatihan 'sekolah petani' di daerah pedesaan untuk mengajari para petani cara menggunakan air secara efisien untuk irigasi dan bagaimana menghematnya.

Mereka juga akan membantu mengembangkan benih baru yang tahan terhadap kekeringan, cuaca dingin, dan penyakit.

Institusi State Hydraulics Works/DSI berada di garis depan dalam upaya untuk meningkatkan pasokan air dengan membangun bendungan baru, pembangkit listrik tenaga air, dan waduk.

Lembaga itu mengerjakan bendungan bawah tanah sebagai bagian dari rencana aksi Kementerian Pertanian dan Kehutanan Turki yang berfokus pada “peningkatan sumber air secara artifisial.”

Sejauh ini, 41 proyek bendungan bawah tanah telah diluncurkan di Provinsi Izmir, Manisa, ank?r?, Konya, Bursa, Eski?ehir, Antalya, Kütahya, Bal?kesir, Nev?ehir, Kayseri, Ni?de, Malatya dan Kayseri. Beberapa telah selesai dan lainnya sedang dibangun.

Pada 2023, Turki berencana menyelesaikan pembangunan sekitar 200 bendungan bawah tanah. Bendungan tersebut membantu mengumpulkan air hujan di bawah permukaan untuk menjaga tingkat air bawah tanah serta melindungi kualitas dan jumlahnya.

Baca Juga: Turki Berencana Capai Pertanian yang Ramah Iklim, Begini Caranya
Ciptakan SDM Pangan Berkualitas, Pemprov Bangka Gagas Program Start-Up ATPH

Meskipun tidak dapat dibangun di sembarang lokasi karena memerlukan kondisi geografis dan topografi yang sesuai untuk menyimpan air, bendungan memiliki manfaat ganda untuk menyimpan air di atas maupun di bawah permukaan.

Bendungan juga lebih murah dalam hal biaya konstruksi dan pengambilalihan tanah, serta memiliki tingkat penguapan air yang lebih rendah dibandingkan bendungan permukaan.

Video Terkait