Pemuda Ini Ubah Gurun Jadi Area Pertanian Berkelanjutan Ramah Lingkungan

Ilustrasi pertanian rumah kaca. (Unsplash/Abigail Lynn)  

Editor: Putri - Selasa, 28 Juni 2022 | 12:00 WIB

Sariagri - Kondisi kawasan Khulai yang kering dan gersang tidak menyurutkan tekad Sofian Al-Bishri untuk membangun pertanian berkelanjutan. Dengan menerapkan pola pertanian pintar dan ramah lingkungan, ia sukses mendirikan pertanian rempah dan sayuran di sisi barat gurun Arab Saudi.

Sofian Al-Bishri adalah pendiri sekaligus CEO Mojan Farms. Insinyur berusia 24 ini membuktikan bahwa menggabungkan pengetahuan teknis dengan sedikit kecerdikan dapat membantu mewujudkan mimpinya menghijaukan lingkungan, sekaligus menjalankan bisnis yang berkelanjutan.

Mengutip Arab News, Selasa (28/6/2022), Al-Bishri menjelaskan bahwa meskipun kekurangan air di daerah itu, ia dapat membangun ekosistem penuh menggunakan metode pertanian berkelanjutan. Metode yang ia lakukan seperti penyerbukan lebah, teknologi air asin hidroponik, dan sistem pemantauan otomatis.

Di sebidang tanah keluarga seluas 15.000 meter persegi, Al-Bishri mendirikan Mojan Farms pada 2020 dengan lima rumah kaca, masing-masing berisi jenis rempah atau sayuran yang berbeda.

Teknologi hidroponik memungkinkan budidaya tanaman tanpa tanah, dengan akar yang tumbuh dalam larutan nutrisi cair atau di dalam bahan lembap seperti Rockwool dan Vermikulit

Air dari larutan nutrisi cair adalah campuran makanan tanaman penting, memungkinkan pertumbuhan tanaman lebih cepat dibandingkan metode penanaman tradisional. Pertanian ini memiliki berbagai tanaman, termasuk kemangi, kubis Jepang, selada dan tomat ceri.

“Setiap rumah kaca adalah ekosistem yang terpisah. Kami melakukan ini untuk menghilangkan kontaminasi silang, sehingga setiap rumah terpisah dan memiliki varietas yang ditentukan," kata Al-Bishri. 

Pertanian milik Mojan Farms ramah lingkungan karena sistemnya menggunakan air kembali, bukan membiarkannya mengalir begitu saja.

“Kami menggunakan irigasi tetes, ini mengurangi penggunaan air hingga 40 persen, dan kami bekerja dengan perusahaan lokal yang memproduksi biopolimer, yang dibentuk menjadi gel yang kami miliki di bawah tanah sekarang," jelas Al-Bishri.

“Kalau bicara air buangan, masalahnya saat mengairi tanaman, airnya mengalir begitu saja, tidak tertahan di dalam tanah. Jadi polimer ini menahan air yang berubah menjadi gel penuh air, memberikan cukup waktu bagi tanaman untuk menyerapnya, jadi kita bisa mengairi lebih sedikit," tambahnya.

Selain itu, ada juga otomatisasi yang cukup besar, yang memungkinkan pendinginan dan irigasi. “Kami harus percaya pada penelitian dan data, ini area kami. Saya berinvestasi di beberapa teknologi yang dipasang dari industri lain untuk mengurangi kebutuhan tenaga kerja dan waktu," ujarnya.

Alih-alih mengandalkan pekerja yang terus-menerus memantau penggunaan air dan penyebaran pupuk, rumah kaca Mojan Farms dilengkapi dengan sistem sensor.

“Semua perangkat pintar yang kami miliki secara otomatis terhubung ke cloud, semuanya disesuaikan dengan manajemen risiko, jadi kami melindungi diri dari kehilangan hasil panen," ungkapnya.

Al-Bishri mengatakan bahwa dia menanam tanaman yang dibutuhkan oleh industri dan terus-menerus mengumpulkan data, terkadang selama berbulan-bulan, dari restoran, distributor dan importir.

“Jadi kami menemukan galur yang biasanya diimpor, dan kami menemukan cara untuk menumbuhkannya secara lokal," katanya.

Al-Bishri mengatakan pertaniannya menghasilkan 300 hingga 400 kilogram produk setiap bulan. Dia memilih untuk menanam beberapa galur Italia seperti kemangi Genovese yang berbeda dari yang lokal.

Selain itu, ia memproduksi selada Lola Rossa dan Lollo Bionda, sebagian besar digunakan untuk burger. Dia sekarang telah memutuskan untuk go public dengan operasinya.

Baca Juga: Pemuda Ini Ubah Gurun Jadi Area Pertanian Berkelanjutan Ramah Lingkungan
Kata Petani Ternyata Memiliki Kepanjangan, Apa Itu?



“Pertanian ini milik pribadi, ini hanya untuk ayah saya dan saya, kami baru saja datang ke sini di musim dingin... kami memutuskan kami memiliki cukup hiburan di sini... dan inilah saatnya untuk berbagi (proyek ini)," sebut Al-Bishri.

Ia juga berencana menanam lebih dari 3.000 pohon mangga sebagai investasi jangka panjang. Pohon-pohin yang tumbuh nanti diharapkan dapat memberikan keteduhan. Al-Bishri juga bermimpi untuk membangun danau buatan dan dibuka untuk piknik.

"Alasan kami memutuskan untuk melakukan ini, berbeda dengan sebelumnya. Kami sekarang bekerja dengan perusahaan rintisan lokal untuk menyediakan teknologi sebidang tanah yang mengurangi air hingga 80 persen, yang berarti kami dapat melakukannya pada tingkat yang lebih berkelanjutan. Baik untuk saya dan lingkungan," tutup Al-Bishri.

Video Terkait