Harga Jagung Merosot, Efek Membaiknya Cuaca

Ilustrasi - Hasil pertanian jagung.(Pixabay)

Editor: Yoyok - Senin, 27 Juni 2022 | 12:40 WIB

Sariagri - Harga jagung berjangka Chicago merosot pada Senin (27/6) siang. Penurunan ini memperpanjang penurunan dari sesi sebelumnya setelah bargain-buying singkat, karena prospek membaiknya cuaca di beberapa daerah penghasil membebani harga.

Bloomberg mencatat pada pukul 10.00 WIB, Senin (27/6), harga kontrak jagung Desember 2022 di Bursa Komoditas Chicago atau Chicago Board of Trade (CBOT) turun 15,75 poin atau 2,34 persen menjadi 658,25 dolar AS per bushel atau gantang. Sementara harga kedelai stagnan 1.424,25 dolar AS per bushel dan gandum naik 6 poin atau 0,64 persen menjadi 942,50 dolar AS per bushel.

Dilaporkan, Mesir akan membeli 180.000 ton gandum dari India, kurang dari yang disepakati sebelumnya sebesar 500.000 ton, Minggu.

Menteri Logistik Mesir, Aly Moselhy, juga mengatakan Mesir memiliki cadangan strategis gandum yang cukup untuk 5,7 bulan.

Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) akan merilis survei areal periode Juni, pekan ini, yang diprediksi menunjukkan peningkatan penanaman jagung dari survei Maret serta penurunan kedelai dan gandum.

Baca Juga: Harga Jagung Merosot, Efek Membaiknya Cuaca
Harga Minyak Nabati Melesat, Imbas Indonesia Larang Ekspor CPO

Tanaman jagung Midwest AS lebih mungkin menerima hujan yang sangat dibutuhkan di awal fase perkembangan penyerbukan yang menentukan hasil panen, menurut perkiraan cuaca terbaru.

Trader juga mengamati laporan USDA tentang stok biji-bijian triwulanan pada 1 Juni, yang akan dirilis pada Kamis, yang diperkirakan menunjukkan stok jagung dan kedelai yang lebih besar, tetapi stok gandum lebih kecil.

Video Terkait