Protes Kebijakan Pengurangan Ternak, Ribuan Petani di Belanda Unjuk Rasa

Ilustrasi petani di Belanda unjuk rasa dengan menggunakan traktor. (Youtube)

Editor: Dera - Kamis, 23 Juni 2022 | 17:35 WIB

Sariagri - Ribuan petani yang mengendarai traktor berdemonstrasi di Belanda tengah pada Rabu waktu setempat, untuk memprotes rencana pemerintah mengurangi emisi nitrogen.  Para petani menuntut pembatalan rencana tersebut karena dapat menyebabkan pengurangan hingga 30 persen ternak mereka.

Belanda sebagai pengekspor pertanian terbesar kedua di dunia, adalah salah satu penghasil gas rumah kaca teratas di Eropa, terutama nitrogen yang menurut pemerintah disebabkan oleh kotoran ternak dan pupuk.

Tetapi para petani mengatakan bahwa mereka menjadi sasaran kebijakan yang tidak adil dibandingkan dengan bisnis dan industri besar. Mereka bersumpah menolak rencana apa pun yang menyebabkan pengurangan atau penutupan pertanian dan peternakan.

"Ini tidak normal, apa yang dilakukan kepada para petani," kata salah satu pengunjuk rasa, Jan Poorter, 74 seperti dilansir rfi.fr dari AFP.

"(kebijakan pengurangan ternak) Itu harus dilakukan secara bertahap dan (sesungguhnya) bukan itu masalahnya," tambah Poorter, seorang pensiunan pengusaha yang ikut berunjuk rasa dengan mengendarai traktornya.

Ratusan traktor berkumpul di lapangan dan banyak diantaranya membunyikan klakson serta lampu keselamatan berkedip. Para pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan "Masa depan petani sedang dihancurkan" dan "Anak-anak kita takut."

Aksi ini menyebabkan kekacauan lalu lintas yang meluas di sejumlah titik, namun demikian unjuk rasa berlangsung damai.

Sebelumnya diketahui, Perdana Menteri Mark Rutte mengatakan rencana pemerintah untuk mengurangi emisi nitrogen "akan berdampak besar pada petani".

"Sektor ini akan berubah, tapi sayangnya tidak ada pilihan, kita harus menurunkan emisi nitrogen," katanya.

Pemerintah Belanda berencana untuk mengurangi nitrogen gas rumah kaca sebanyak 70 persen di 131 area utama untuk mencapai tujuan iklim pada tahun 2030. Banyak diantara area tersebut yang berada dekat dengan cagar alam.

Baca Juga: Protes Kebijakan Pengurangan Ternak, Ribuan Petani di Belanda Unjuk Rasa
Perwakilan FAO Apresiasi Capaian Kinerja Pertanian Indonesia



Kebijakan pemerintah tersebut diumumkan setelah Pengadilan Administrasi Tertinggi negara itu mengeluarkan keputusan pada 2019, yang menyebut Pemerintah Belanda tidak berbuat cukup untuk melindungi wilayah alaminya.


 

Video Terkait