Cina Perkuat Modernisasi Pertanian untuk Ketahanan Pangan

Ilustrasi padi (Foto: Pixabay/ Yazid Nasuha)

Editor: Putri - Selasa, 21 Juni 2022 | 15:50 WIB

Sariagri - Presiden Cina Xi Jinping mengatakan bahwa membudidayakan varietas unggul padi membutuhkan waktu lama. Hal tersebut dikarenakan membutuhkan eksperimen dan seleksi berulang. Seluruh pekerja ilmiah dan teknis Cina di sektor pertanian telah melakukan berbagai upaya sulit.

Pernyataan itu disampaikan Xi Jinping saat mengunjungi Desa Yongfeng di Provinsi Sichuan, Cina barat daya, beberapa waktu lalu. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memeriksa sawah dengan standar tinggi.

Melansir Xinhua, Selasa (21/6/2022), Presiden Xi Jinping menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pekerja atas kontribusi mereka yang tidak ternilai untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Ia juga memastikan orang-orang menikmati pasokan makanan dan pakaian yang cukup.

Dalam kesempatan itu, Presiden Xi Jinping juga menyebut bahwa peningkatan modernisasi pertanian tidak hanya membutuhkan upaya dari para ahli, tetapi juga dari seluruh petani.

Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian modern serta pelatihan petani harus diperkuat, semua petani biji-bijian besar harus diorganisir untuk secara aktif mengembangkan pertanian hijau, ekologis, dan pertanian yang efisien.

Provinsi Sichuan adalah basis industri benih utama di Cina. Provinsi itu menerima 240 juta yuan atau sekitar Rp533 miliar dana nasional pada 2021 untuk meningkatkan produksi benih.

Cina menginvestasikan 620 juta yuan atau sekitar Rp1,4 triliun pada tahun lalu untuk mengembangkan lahan pertanian berstandar tinggi dan mendukung pembangunan 50.000 mu basis produksi benih.

Sebagai salah satu model percontohan lahan pertanian berstandar tinggi di Sichuan, Yongfeng membanggakan 4.700 mu lahan pertanian tersebut.

Baca Juga: Cina Perkuat Modernisasi Pertanian untuk Ketahanan Pangan
Khok Nong Na, Sistem Pertanian Thailand yang Menguatkan Cadangan Pangan

Desa itu telah memimpin dalam mewujudkan produksi beras mekanis lengkap dan mendirikan basis eksperimental terbesar yang menghasilkan varietas padi baru dan teknologi baru di provinsi tersebut.

"Dokumen sentral No. 1" Cina untuk 2022 yang dirilis pada Februari 2022, menguraikan tugas-tugas utama untuk mendorong revitalisasi pedesaan secara komprehensif, yang bertujuan untuk mengembangkan 6,67 juta hektare lahan pertanian berstandar tinggi.