Malaysia Bikin Hujan Buatan Bantu Petani Padi Atasi Kekeringan

Ilustrasi - Petani di sawah. (Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Minggu, 19 Juni 2022 | 11:00 WIB

Sariagri - Kementerian Pertanian dan Industri Makanan (MAFI) Malaysia melakukan penyemaian awan atau hujan buatan di Bendungan Bukit Merah, Negara Bagian Perak. Upaya ini dilakukan karena ketinggian air di bendungan itu mencapai level kritis sejak 27 Mei lalu. 

Penyemaian awan melibatkan tiga staf Departemen Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) dan 11 anggota Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF) pada Sabtu. Lokasi penyemaian ada di dua Kawasan Pengembangan Pertanian Terpadu (IADA) yang luasnya lebih dari 20.000 hektare.

"Operasi ini dilakukan di IADA di distrik Kerian seluas 19.000 hektare, sedangkan penyemaian awan di area IADA di Penang mencapai luas 1.267 hektare," kata Wakil Menteri Pertanian dan Industri Makanan Malaysia Ahmad Hamzah dalam konferensi pers di pangkalan RMAF seperti dikutip Bernama.

Hujan buatan diyakini akan bermanfaat untuk 8.869 petani padi di wilayah Kerian tersebut, bukan hanya untuk meningkatkan ketinggian air di bendungan tetapi juga memulihkan sistem irigasi untuk keperluan rumah tangga, industri dan pertanian.

Wakil Direktur Jenderal Operasi MetMalaysia Lim Ze Hui mengatakan penyemaian dilakukan dengan menggunakan 800 kg garam yang dilarutkan dengan 4.800 liter air dalam empat tangki air, kemudian disemprotkan ke awan dengan menggunakan pesawat Hercules C130.

Baca Juga: Malaysia Bikin Hujan Buatan Bantu Petani Padi Atasi Kekeringan
Akibat Cuaca Tak Tentu, Petani Garam Daerah Ini Gagal Panen hingga Ratusan Ton



Untuk setiap semprotan ke awan yang sesuai, dibutuhkan waktu 30 menit untuk turun hujan, katanya. Menurut analisis, Sabtu ini kondisi cuaca bagus sehingga peluang keberhasilannya tinggi.

Ketinggian air di Bendungan Bukit Merah mencapai 8,25 meter, kurang 0,45 meter dari ketinggian normal yang seharusnya 8,70 meter. Status bendungan itu berada pada level satu.

Video Terkait