Murah dan Mudah, Cara Membuat Ramuan Ajaib untuk Tanaman dari Ampas Kopi

Ilustrasi ampas kopi. (Pixabay)

Editor: M Kautsar - Kamis, 16 Juni 2022 | 15:00 WIB

Sariagri - Harga input kimia di sektor pertanian terus terkerek naik. Pupuk, pestisida, fungisida, insektisida, dan herbisida kimia harganya sudah naik pesat bahkan mencapai dua kali lipat.

Modal input yang besar, hingga resiko perubahan iklim yang meningkat semakin membuat petani terdesak. Memanfaatkan bahan alami dan sampah organik di sekitar menjadi cara alternatif untuk mengefisiensikan modal usaha tani.

Ampas kopi, air cucian beras, dan sisa sayuran tidak terduga bisa diolah menjadi ramuan ajaib bagi tanaman. Dari tiga bahan utama yang murah dan mudah didapat ini, bisa digunakan sebagai pupuk, herbisida, pestisida, dan insektisida alami yang menunjang budidaya tanaman.

Berikut cara membuat ramuan ajaib dari ampas kopi untuk tanaman anda, dikutip dari akun @siSegalatahu via Twitter;

Bahan yang dibutuhkan:

1. Ampas kopi 5 - 10 gelas atau sesuai ketersediaan.


2. 4 liter air cucian beras.


3. Sisa sayuran berbentuk daun seperti bayam, sawi, dan kol.


4. 100 mili liter dekomposer (EM4 atau IMO2).


5. 100 gram gula merah.


6. cangkang 3 butir telur.


Cara membuat:

1. Kering anginkan ampas kopi yang telah terkumpul hingga tumbuh jamur di bagian atasnya (kurang lebih selama 7 hari).


2. Masukkan 4 liter air cucian beras ke dalam jeriken, simpan di tempat teduh dan jangan ditutup.


3. Larutkan ampas kopi yang telah berjamur ke dalam air cucian beras, dan tambahkan cairan EM4 dan gula merah.


4. Secara berkala masukkan limbah sisa sayuran hingga jeriken terisi 90 persen dari kapasitas wadah (jerigen jangan ditutup).


5. Diamkan campuran selama kurang lebih 15 hari.


6. Setelah 15 hari, tuangkan 100 mili cairan dalam jerigen dengan cara disaring terlebih dahulu.


7. Campurkan cangkang 3 butir telur ke dalam cairan yang telah disaring.


8. Dalam tiga hari cangkang telur sudah terlarut sempurna maka ramuan ajaib telah terfermentasi dengan baik.


9. Ramuan siap digunakan atau disimpan dalam jerigen tertutup rapat.


Cara penggunaan:

1. Untuk perawatan tanaman, dosis yang digunakan adalah 250 mililiter cairan per tangki penyemprot. Diaplikasikan sebanyak satu kali dalam seminggu.


2. Sebagai pupuk NPK alami bisa diaplikasikan ke tanaman atau tanah dengan dosis 1 - 10 mililiter per liter air.

3. Sebagai sumber asam amino bisa diaplikasikan langsung ke tanaman dengan dosis 1 - 10 mililiter per liter air, disarankan gunakan dosis terkecil terlebih dahulu.

4. Sebagai pestisida alami, dosis yang digunakan yaitu 5 - 10 mililiter per liter air. Cairan perlu ditambahkan larutan gula merah saat ingin diaplikasikan ke tanaman atau hama.

5. Sebagai fungisida organik, cairan perlu ditambahkan campuran bawang putih, daun belimbing wuluh, daun kelor, daun ketepeng cina dan tanaman anti jamur lainnya yang telah ditumbuk dan direndam selama 24 jam. Dosis aplikasi yaitu 10 militer per liter air, semprotkan ke tanaman di pagi hari.

6. Sebagai herbisida organik, gunakan dosis tinggi yaitu 500 mililiter per liter air. Tambahkan putih telur sebagai perekat saat cuaca panas ketika diaplikasikan.

7. Sebagai hormon pembungaan, gunakan dosis 1 - 10 mililiter per liter air. Gunakan dosis terkecil sambil lakukan pengamatan tanaman.

Baca Juga: Murah dan Mudah, Cara Membuat Ramuan Ajaib untuk Tanaman dari Ampas Kopi
Ngawi Targetkan 100 Desa Terapkan Sistem Pertanian Organik



8. Sebagai mikroorganisme lokal (MOL), cairan dapat disemprotkan ke tanah dengan dosis 10 mililiter per liter air.

9. Sebagai dekomposer, semprotkan cairan ke bahan organik atau kompos dengan dosis 10 mililiter per liter air.

Video Terkait