Ini Penyebab Harga Hasil Produksi Petani Kalteng Turun Selama Mei 2022

Ilustrasi - Tanaman padi. (Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Jumat, 10 Juni 2022 | 12:20 WIB

Sariagri - Nilai Tukar Petani (NTP) Gabungan di Kalimantan Tengah (Kalteng) 121,97 atau turun sekitar 7,95 persen dibanding April 2022 yang sebesar 132,50. Ini berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng terhadap harga-harga di perdesaan pada Mei 2022.

Kepala BPS Kalteng Eko Marsoro mengatakan turunnya NTP Gabungan itu disebabkan indeks harga hasil produksi pertanian mengalami penurunan, sedangkan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga (IKRT) terjadi kenaikan.

"Biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) di provinsi ini juga mengalami kenaikan," ujarnya di Palangka Raya, Kamis.

Penurunan NTP pada Mei 2022, lanjut dia, dipengaruhi menurunnya NTP di beberapa subsektor pertanian, yaitu Tanaman Perkebunan Rakyat sekitar 12,36 persen, dan Perikanan 0,25 persen).

"Subsektor lainnya mengalami peningkatan nilai tukar, yakni Peternakan 1,41persen, Hortikultura 1,35 persen, dan Tanaman Pangan 0,09 persen," kata Eko.

Dikatakan, untuk indeks harga yang diterima petani Kalteng pada Mei 2022, turun 7,14 persen dibanding April 2022, yaitu dari 150,97 menjadi 140,19. Penurunan disebabkan turunnya Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (11,56 persen).

Sementara Subsektor Hortikultura, Subsektor Peternakan, Subsektor Tanaman Pangan dan Subsektor Perikanan mengalami peningkatan, masing-masing 2,20 persen, 1,87 persen, 1,06 persen, dan 0,60 persen.

Baca Juga: Ini Penyebab Harga Hasil Produksi Petani Kalteng Turun Selama Mei 2022
Data BPS: Sektor Pertanian Serap Lapangan Kerja Tertinggi di Tahun 2022



"Untuk indeks harga dibayar oleh petani di Kalteng, dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa dikonsumsi masyarakat perdesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat perdesaan, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian," jelasnya.

Berdasarkan data BPS, pada Mei 2022, indeks harga dibayar petani naik 0,88 persen dibanding April 2022 dari 113,94 menjadi 114,94. Hal ini disebabkan kenaikan nilai diterima petani pada seluruh subsektor, yaitu Tanaman Pangan (0,97 persen), Tanaman Perkebunan Rakyat (0,93 persen), Perikanan (0,86 persen), Hortikultura (0,84 persen), dan Peternakan (0,46 persen).
 

Video Terkait