Tak Kenal Musim Tanam, Gadung Bisa Jadi Sumber Penghasilan Tambahan Petani

Umbi gadung. (Balitbangtan)

Penulis: Arif Sodhiq, Editor: Reza P - Rabu, 8 Juni 2022 | 16:30 WIB

Sariagri - Gandum merupakan bahan baku tepung terigu. Popularitas gandum semakin meningkat sejak berkecamuk perang Rusia-Ukraina. Bahan lain seperti ganyong, singkong, jagung, ubi jalar dan pisang juga dapat dimanfaatkan sebagai pangan yang tak kalah pentingnya dengan terigu.

Selain itu terdapat bahan yang selama ini dipandang sebelah mata bahkan dinilai tidak memiliki manfaat, yaitu gadung. Gadung merupakan tanaman perkebunan yang tumbuh liar di hutan maupun di pekarangan.

Dilansir laman Balitbangtan, umumnya petani tidak melakukan pemeliharaan tanaman gadung seperti penyiangan, pembumbunan, pemupukan dan pemberantasan hama/penyakit. Tanaman gadung tidak mengenal musim tanam karena bisa ditanam kapan dan di mana saja.

Ada yang menanam di kebun, perkarangan rumah, maupun sawah. Namun gadung tidak pernah dijadikan tanaman pokok, hanya sekadar tumpang sari. Selain cara menanamnya mudah, gadung dapat memberikan penghasilan tambahan bagi para petani.

Baca Juga: Tak Kenal Musim Tanam, Gadung Bisa Jadi Sumber Penghasilan Tambahan Petani
Ilmuwan Cina Temukan Gen Baru Tingkatkan Hasil Produksi Gandum

Umbi gadung bisa dijadikan berbagai makanan setelah dilakukan proses penghilangan racun. Gadung bisa diolah dengan cara direbus, disawut, dikripik bahkan dijadikan aneka camilan kering. Untuk menghasilkan olahan berkualitas, harus diperhatikan tekniknya mulai dari penyimpanan hingga pengolahannnya.

Pemanfaatan umbi gadung sampai saat ini yang paling banyak dilakukan petani adalah untuk membuat keripik. Keripik gadung dengan penampilan cukup menarik banyak diminati konsumen.

Video Terkait