Harga Jagung Melorot Akibat Panen Lebih Baik dari Perkiraan di AS

Ilustrasi jagung. (pixabay)

Editor: Yoyok - Selasa, 7 Juni 2022 | 16:45 WIB

Sariagri - Harga jagung berjangka Chicago melorot, Selasa (7/6) siang, dipicu oleh kondisi panen Amerika Serikat (AS) yang lebih baik dari perkiraan sehingga meredakan kekhawatiran atas pasokan dunia dan menambah tekanan pada harga.

Harga gandum juga turun tetapi pasar mempertahankan sebagian besar kenaikan sesi lalu karena dukungan dari kekhawatiran tentang gangguan terhadap pengiriman dari wilayah Laut Hitam saat perang Rusia-Ukraina semakin panas.

Kontrak jagung yang paling aktif di Chicago Board of Trade (CBOT) menyusut 0,91 persen menjadi 735,75 dolar AS per bushel atau gantang pada pukul 13.41 WIB, setelah melambung 2 persen di sesi sebelumnya.

Harga gandum melemah 0,69 persen menjadi 1.085,50 dolar AS per bushel setelah meroket lebih dari 5 persen pada penutupan Senin, sementara kedelai menguat 0,29 persen menjadi 1.704,25 dolar AS per bushel atau sedikit berubah di sesi sebelumnya.

Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) pada Senin (6/6) memberikan rating 73 persen untuk tanaman jagung AS dengan kondisi baik hingga sangat baik dalam peringkat kondisi pertama untuk panen tahun 2022, di atas ekspektasi rata-rata 68 persen dalam jajak pendapat  Reuters. 

Dalam laporan progres panen mingguan, USDA mengatakan petani Amerika menanam 94 persen dari areal jagung yang mereka inginkan, Minggu, naik dari 86 persen seminggu sebelumnya dan di atas rata-rata lima tahun sebesar 92 persen.

Untuk kedelai, badan tersebut mengatakan petani Amerika menanam 78 persen dari areal yang dimaksudkan, di bawah perkiraan rata-rata dalam jajak pendapat  Reuters  sebesar 80 persen. Angka USDA itu naik dari 66 persen seminggu yang lalu, tetapi masih sedikit di bawah rata-rata lima tahun sebesar 79 persen. Pemerintah diprediksi merilis rating kondisi kedelai dimulai dengan laporan pekan depan.

Gangguan pasokan Laut Hitam terus menopang harga gandum. Pertempuran di jalanan antara pasukan Ukraina dan Rusia berkecamuk di kota industri Sievierodonetsk, ketika pasukan Moskow berusaha menaklukkan Donbas timur Ukraina.

Ukraina tidak siap untuk menyetujui rencana mengekspor biji-bijiannya dengan kereta api melintasi Belarus bagi pengiriman melalui Laut Baltik guna menghindari blokade Rusia terhadap pelabuhan Laut Hitamnya, kata Presiden Volodymyr Zelenskiy, Senin.

Zelenskiy mengatakan pada konferensi pers di ibukota Kyiv bahwa mungkin ada sebanyak 75 juta ton biji-bijian terjebak di Ukraina musim gugur ini.

Baca Juga: Harga Jagung Melorot Akibat Panen Lebih Baik dari Perkiraan di AS
Harga Gandum Anjlok, Imbas Rencana Putin Buka Pelabuhan Ukraina

Brasil menguji berbagai gandum rekayasa genetika yang mampu bertahan dalam kondisi kekeringan, di tengah upaya untuk menjadi lebih mandiri dalam tanaman pokok karena pasokan global semakin ketat.

USDA mengatakan inspeksi ekspor kedelai mingguan mencapai 350.416 ton atau turun 13,2 persen dari pekan sebelumnya dan di bawah perkiraan pasar.

Video Terkait