Serangan Hama Belalang Kian Ganas, Sumba Timur Minta Bantuan Pemerintah

Hama belalang serang lahan pertanian di Sumba. (Sariagri/Charles)

Editor: Dera - Selasa, 31 Mei 2022 | 19:40 WIB

Sariagri - Bupati Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Khristofel Praing mengatakan kunjungan kerja Presiden Joko Widodo yang dijadwalkan pada Rabu (1/6/2022) menjadi momentum menyampaikan persoalan bencana hama belalang yang telah berlangsung puluhan tahun.

"Untuk mengatasi bencana ini dibutuhkan intervensi dari pemerintah pusat. Kedatangan Presiden Jokowi ke Sumba Timur menjadi kesempatan bagi kami untuk menyampaikan secara langsung tentang bencana serangan hama belalang yang hingga saat ini belum bisa diatasi," kata Bupati Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara, Khristofel Praing di Kupang, Selasa (31/5). 

Sesuai rencana Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Sumba Timur untuk melihat secara langsung kegiatan pengembangan usaha komoditi sorgum usai melakukan kegiatan perayaan Hari Pancasila di Kabupaten Ende pada Rabu (1/6/2022).

Bencana serangan hama belalang yang sudah terjadi sejak tahun 1970 hingga saat ini belum bisa teratasi sehingga berdampak pada hasil tanaman petani menjadi berkurang.

"Kami berharap dengan kunjungan bapak Presiden Jokowi bisa ada solusi dalam mengatasi serangan hama belalang ini," kata Bupati Khristofel Praing.

Baca Juga: Serangan Hama Belalang Kian Ganas, Sumba Timur Minta Bantuan Pemerintah
Hama Belalang Serang Lahan Pertanian, Petani di Sumba Terancam Gagal Panen

Ia mengatakan hama belalang yang terjadi di wilayah Sumba Timur dan hampir di seluruh Pulau Sumba sudah menjadi hama yang mengancam dalam pembangunan sektor pertanian, sekalipun pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi hama belalang namun masih terus meluas.

"Sehingga kami berharap ada intervensi pemerintah pusat dalam mengatasi hama belalang ini, karena jika diserahkan kepada pemerintah kabupaten maka tidak maksimal," tegasnya.

Video Terkait