Harga Gandum Anjlok, Imbas Rencana Putin Buka Pelabuhan Ukraina

Tanaman pangan gandum. (Pixabay)

Editor: Yoyok - Selasa, 31 Mei 2022 | 15:30 WIB

Sariagri - Harga gandum berjangka anjlok pada Selasa (31/5) siang setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kesiapannya untuk membuka kargo gandum yang diblokir di pelabuhan Ukraina. Jagung berjangka juga melemah, sementara kedelai bergerak lebih tinggi.

Reuters melaporkan pada pukul 13.00 WIB harga kontrak gandum yang paling aktif di Chicago Board of Trade (CBOT) merosot 2,18 persen menjadi 1.132,25 dolar AS per bushel atau gantang.

Harga jagung menyusut 0,77 persen menjadi 771,25 dolar AS per bushel sedangkan kedelai menguat 0,66 persen menjadi 1.743,75 dolar AS per bushel.

"Gandum jatuh karena komentar (Putin). Harga yang tinggi tersebut memiliki beberapa 'premi perang,'" kata trader yang berbasis di China, mengacu pada reli harga komoditas biji-bijian CBOT yang didorong perang Rusia-Ukraina.

Konflik antara dua produsen dan eksportir biji-bijian utama dunia itu sejak akhir Februari mengguncang pasar biji-bijian global, dan mendorong kekhawatiran atas krisis pangan global.

Pembicaraan baru-baru ini bertujuan untuk menemukan cara guna mencabut blokade pelabuhan gandum di Ukraina meningkatkan sentimen ekspor dari wilayah Laut Hitam.

Senin, Putin mengatakan bahwa Rusia siap untuk memfasilitasi ekspor gandum tanpa hambatan dari pelabuhan Ukraina berkoordinasi dengan Turki, menurut Kremlin, mengutip hasil pembicaraan dengan Presiden Tayyip Erdogan.

Pernyataan itu dibuat setelah Putin mengatakan kepada pemimpin Jerman dan Prancis bahwa Rusia bersedia membahas cara untuk melanjutkan pengiriman gandum Ukraina selama akhir pekan lalu.

"Prasyarat (untuk membuka ekspor biji-bijian Ukraina) adalah sanksi terhadap Rusia akan dicabut," ujar trader lain yang berbasis di China.

Perang juga mengganggu proses penanaman gandum di Ukraina, yang dapat berdampak pada hasil panen.

Panen gandum musim dingin di wilayah yang dikuasai Ukraina diperkirakan mencapai 20,1 juta ton pada 2022, anjlok dari sekitar 32,2 juta ton untuk keseluruhan panen gandum pada 2021, kata pemerintah Ukraina, Senin.

India menerima permintaan pasokan lebih dari 1,5 juta ton gandum dari beberapa negara yang membutuhkan bahan pokok untuk mengatasi kekurangan yang dipicu invasi Ukraina oleh Rusia, kata sumber perdagangan dan pemerintah, Senin.

Baca Juga: Harga Gandum Anjlok, Imbas Rencana Putin Buka Pelabuhan Ukraina
Harga Minyak Kedelai Melonjak setelah Indonesia Larang Ekspor Minyak Sawit

Negara Asia Selatan itu melarang ekspor gandum swasta.

Strategie Grains menaikkan perkiraan bulanan untuk panen biji bunga matahari Uni Eropa pada tahun ini menjadi 10,9 juta ton dari 10,7 juta ton sebelumnya, kata konsultan tersebut dalam sebuah laporan.

Pasar saham dunia menguat, Senin, dan dolar bertahan di posisi terendah lima minggu di tengah spekulasi kemungkinan perlambatan pengetatan moneter AS dan pelonggaran pembatasan Covid-19 di China.

Video Terkait