Aksesi Ubi Kayu IPB University Berpotensi Tinggi Sebagai Varietas Unggul

Ilustrasi ubi kayu. (Pixabay)

Editor: M Kautsar - Selasa, 31 Mei 2022 | 14:30 WIB

Sariagri - Dosen Agronomi IPB University, Suwarto mengatakan koleksi aksesi ubi kayu IPB University berpotensi sebagai varietas unggul. Suwarto menjelaskan, selama ini produktivitas ubi kayu di Indonesia masih sangat bervariasi dan cenderung memiliki umur panen yang lama hingga 12 bulan. Hal itu menyebabkan banyak petani kurang tertarik untuk mengembangkan budidaya ubi kayu.

"Produktivitasnya hanya sekitar 23,2 ton per hektar, jauh dari potensi yang ada. Masa tumbuh yang lama yakni delapan hingga 12 bulan menyebabkan petani kurang tertarik untuk mengembangkan ubi kayu," kata Suwarto, Selasa (31/5/2022).

Oleh karena itu, Suwarto mengatakan tantangan tersebut berusaha dijawab IPB University melalui koleksi aksesi ubi kayu yang didapat dari masyarakat lokal dan lembaga penelitian di wilayah barat, tengah, dan timur Indonesia. Suwarto menjelaskan, semua aksesi kemudian dilakukan karakterisasi di lingkungan kering di wilayah Bogor. Analisas kelompok klaster menjadi dasar seleksi varietas ubi kayu yang dinilai unggul.

Hasil penelitian yang masuk dalam skema pendanaan Riset Inovatif Produktif dari LPDP ini pun mengungkapkan bahwa tidak banyak varietas ubi kayu yang memiliki produktivitas tinggi pada saat usia tanaman 6 bulan. "Jadi umur ini merupakan satu hal yang krusial kalau kita ingin mengembangkan ubi kayu. Pertumbuhannya cukup besar, antara enam bulan dan delapan bulan," tambahnya.

Dari penelitian tersebut, pakar ubi kayu dari IPB University tersebut mengungkapkan ada sembilan aksesi ubi kayu yang berumur pendek dan memiliki produktivitas tinggi.

Namun, lanjut Suwarto, di antara aksesi tersebut merupakan varietas nasional yang sudah dilepas dan disertifikasi, sedangkan aksesi unggul yang belum dicatat dan disertifikasi membutuhkan uji lebih lanjut. "Uji ini penting untuk menilai stabilitas karakter dan morfologi serta uji multilokasi. Setelah melewati pengujian ini, varietas ubi kayu baru dapat dilanjutkan dengan pelepasan varietas dan sertifikasi benihnya," imbuh Suwarto.

Baca Juga: Aksesi Ubi Kayu IPB University Berpotensi Tinggi Sebagai Varietas Unggul
Riset Aksi Holosentrik Solusi untuk Pembangunan Pertanian Indonesia



Suwarto menambahkan, aksesi di IPB University merupakan aset sumberdaya genetik yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan varietas ubi kayu. Aset tersebut perlu dipertahankan dan dilanjutkan karakterisasinya.

"Perlu kerja sama dan dukungan berbagai pihak untuk kelanjutan karakterisasi, uji stabilitas, uji multilokasi hingga pelepasan varietas dan sertifikasi," tandasnya.

Video Terkait