Pertanian Organik Bukan Pilihan Terbaik untuk Berbiaknya Lebah Liar

Ilustrasi petani organik. (Wikimedia)

Editor: M Kautsar - Senin, 30 Mei 2022 | 13:30 WIB

Sariagri - Pertanian organik ternyata bukan pilihan terbaik untuk melindungi lebah liar. Hasil penelitian para ahli agroekologi Jerman menunjukkan bahwa, lebar liar justru berkembang biak lebih baik di tengah lahan pertanian konvensional.

Sebuah tim ilmuwan tanaman dari Universitas Göttingen di Negara Bagian Lower Saxony Jerman yang dipimpin oleh Profesor Teja Tscharntke meneliti 10 lanskap pertanian di dekat Göttingen selama dua tahun. Masing-masing berisi tiga ladang gandum musim dingin yang terdiri dari satu ladang organik, satu ladang konvensional dengan hamparan petak bunga, dan satu ladang konvensional tanpa petak bunga.

Para ahli agroekologi kemudian mencatat keberadaan lebah liar di tepi masing-masing dari 30 ladang ini, dan mereka menyimpulkan bahwa ladang pertanian gandum konvensional menarik lebih banyak lebah daripada ladang organik, seperti dilansir Newsweek.

Universitas Göttingen bekerja sama dengan Pusat Penelitian Organik di Vacratot, Hongaria, dalam penelitian keanekaragaman hayati lebah liar tersebut. Hasil penelitian muncul hanya beberapa hari setelah peringatan ilmuwan terkemuka atas potensi ancaman global terhadap lebah.

Baca Juga: Pertanian Organik Bukan Pilihan Terbaik untuk Berbiaknya Lebah Liar
Ilmuwan Ini Tinggalkan Gelar S3 untuk Memulai Pertanian Organik



Robert Paxton dari Martin Luther University di kota Halle, Jerman, Lower Saxony, memperingatkan bahwa varian terbaru dari virus 'Deformed Wing' berpotensi memusnahkan populasi lebah madu di seluruh dunia. Paxton menyebut virus itu sebagai ancaman terbesar bagi lebah madu saat ini. Varian virus yang disebarkan oleh tungau varroa ini menyebabkan kerusakan serius pada sayap serangga sebelum akhirnya membunuh mereka.

Paxton menegaskan, lebah adalah makhluk paling penting bagi umat manusia dan lingkungan. Karena itu pula setiap tanggal 20 Mei diperingati sebagai Hari Lebah Sedunia, Tujuannya adalah untuk mengakui peran lebah dan penyerbuk lainnya bagi ekosistem. 

Video Terkait