Ilmuwan: Pemadatan Tanah Secara Berlebihan Bisa Merusak Kesuburan

Ilustrasi mesin pemanen. (YouTube)

Editor: Dera - Kamis, 26 Mei 2022 | 16:10 WIB

Sariagri -  Tanah adalah ekosistem halus yang terdiri dari sirkulasi udara dan air, yang memberi nutrisi pada organisme dan akar tanaman. Karena itu, pemadatan tanah yang berlebihan dapat mengurangi pertumbuhan tanaman, yang menyebabkan lebih sedikit makanan yang tersedia.

Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko banjir karena tanah kurang maksimal menyerap air, serta  mempercepat limpasan air ke saluran pembuangan.

Para ilmuwan dari Lancaster University melakukan sebuah studi tentang penggunaan mesin pertanian yang mempengaruhi kepadatan tanah. Mereka berpendapat, mesin-mesin dan alat berat pertanian telah mendorong bumi, dan menekannya hingga sebagian besar udara dan air terdesak keluar, demikian dilansir dari ecowatch.com.

Pertanian di negara-negara maju seperti di AS dan Eropa saat ini banyak menggunakan alat-alat berat pertanian, yang menurut para ilmuwan beratnya sama dengan sauropoda, kelompok dinosaurus terbesar yang kita lihat di film di Jurassic Park. Jejak mereka telah merusak kesuburan tanah akibat pemadatan yang berlebihan.

Sauropoda terbesar diperkirakan memiliki berat sekitar 66 ton, kurang lebih sama dengan mesin pemanen gabungan modern yang terisi penuh. Mesin-mesin seberat itu memiliki dampak yang luar biasa pada kepadatan tanah, demikian dijelaskan Jess Davies, Profesor di Universitas Lancaster dan di Universitas Lancaster John Quinton seperti dilansir the Conversation.

"Pemadatan bisa terjadi dalam beberapa detik ketika kita berkendara di tanah, tetapi butuh waktu puluhan tahun untuk memulihkan (kesuburan) tanah itu," kata Profesor Thomas Keller, ahli pengelolaan tanah di Universitas Ilmu Pertanian Swedia, seperti dilaporkan BBC News.

Studi para ilmuwan ini menjelaskan, alat-alat berat pertanian yang mendekati bobot sauropoda melebihi batas mekanis yang aman untuk fungsi tanah. Jika tanah mengalami terlalu banyak tekanan, tanah tersebut dapat "memadat secara kronis". Semakin berat alat-alat pertanian maka tekanan terhadap tanah itu semakin meningkat.

Selama 60 tahun terakhir, mesin pertanian seperti traktor telah menjadi jauh lebih besar, dan mesin gabungannya sekarang hampir sepuluh kali lebih berat dibanding traktor pada tahun 1960-an, demikian catatan para ilmuwan dalam studinya.

Tidak hanya bobot mesin pertanian yang meningkat, ukuran ban mesin itupun sangat besar. Lebar ban sebenarnya mengurangi tekanan pada permukaan tanah, dan berfungsi untuk membantu menjaga kendaraan agar tidak tenggelam. Namun penyebaran tekanan ini juga menimbulkan masalah pemadatan tanah yang lebih luas.

Lebih jauh Keller menjelaskan, intensifikasi produksi pangan modern yang tergantung pada praktik agroteknik yang efisien, telah menghadirkan risiko yang semakin besar terhadap pemeliharaan struktur tanah yang menguntungkan, dan menimbulkan ancaman bagi produktivitas jangka panjang dari tanah yang subur.

Baca Juga: Ilmuwan: Pemadatan Tanah Secara Berlebihan Bisa Merusak Kesuburan
Tanah Hitam Ini Punya Nilai Ekonomi yang Tinggi



Beban berat dari mesin pertanian besar saat ini dapat mengakibatkan pemadatan tanah permanen sedalam 7,87 inci, yang dapat menyebabkan berkurangnya kadar oksigen di dalam tanah serta mencegah akar menembus lebih dalam. Jumlah pemadatan tanah ini tergantung pada jenis kendaraan, cara penggunaannya dan jumlah kelembaban serta jenis tanahnya.

Di seluruh dunia, para peneliti memperkirakan bahwa 20 persen lahan pertanian memiliki risiko tinggi kehilangan produktivitas akibat kompresi atau tekanan yang disebabkan oleh mesin pertanian modern.

Video Terkait