Petani Daerah Ini Masih Memerlukan Bantuan Cetak Sawah

Ilustrasi - Aktivitas pemupukan menggunakan alsintan.(Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 25 Mei 2022 | 16:55 WIB

Sariagri - Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur di Provinsi Kalimantan Tengah Ary Dewar mengatakan, bantuan cetak sawah masih dibutuhkan petani di daerah setempat.

"Hasil kunjungan di daerah pemilihan kami, ada beberapa usulan bantuan cetak sawah. Artinya masyarakat berminat mengembangkan pertanian namun terkendala keterbatasan modal," kata Ary di Sampit, Rabu (25/5/2022).

Ketua Fraksi Gerindra DPRD yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kotawaringin Timur menilai, sektor pertanian masih berpotensi dan menjanjikan untuk dikembangkan untuk membantu meningkatkan ekonomi masyarakat.

Potensi pengembangannya juga masih terbuka lebar karena hingga saat ini sebagian kebutuhan pangan di Kotawaringin Timur didatangkan dari luar daerah, bahkan dari Pulau Jawa.

Hal ini menunjukkan bahwa pangsa pasar hasil pertanian masih terbuka lebar. Permintaan di daerah sendiri masih cukup tinggi, ditambah peluang memasarkan ke luar daerah.

Lahan di daerah ini dinilai masih tersedia, bahkan banyak lahan telantar yang bisa dimanfaatkan untuk pertanian. Ada pula warga yang tidak mampu memanfaatkan lahan mereka karena tidak modal.

Untuk itulah Ary Dewar mendorong agar pemerintah daerah membantu cetak sawah, bibit, pupuk dan pendampingan penyuluh agar petani semakin bersemangat mengolah lahan menjadi produktif dan menghasilkan.

Baca Juga: Petani Daerah Ini Masih Memerlukan Bantuan Cetak Sawah
Perubahan Iklim Jadi Tantangan di Sektor Pertanian Daerah Ini

Petani juga membutuhkan bantuan peningkatan infrastruktur pertanian seperti jalan usaha tani serta bantuan teknologi produksi pertanian.

"Bertani secara manual saja petani kita bersemangat, apalagi jika ada bantuan pemerintah untuk cetak sawah, jalan serta teknologi pertanian, pasti hasilnya akan sangat bagus dan meningkat signifikan. Tingginya minat masyarakat ini perlu disambut dengan baik," pungkas Ary Dewar.

Video Terkait