40 Persen Kuota Pupuk Subsidi Disalurkan Pupuk Indonesia di Sulsel

Kios pupuk subsidi. (Antara)

Editor: M Kautsar - Selasa, 24 Mei 2022 | 18:25 WIB

Sariagri - PT Pupuk Indonesia (Persero) menyalurkan pupuk bersubsidi di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 230.480 ton hingga 23 Mei 2022, atau 40 persen dari jumlah jatah diberikan Kementerian Pertanian sebanyak 572.032 ribu ton pada 2022.

"Kami juga telah menyalurkan pupuk organik cair sebanyak 6.441 liter dan NPK Spesifik Kakao sebanyak 1.405 ton atau 57 persen dari alokasi diberikan sebesar 2.466 ton kepada petani di Sulsel," kata Senior Vice Presiden (SUV) PSO PT Pupuk Indonesia Wilayah Timur, Muhammad Yusri, Selasa (24/5/2022).

Yusri menjelaskan, penyaluran pupuk bersubsidi tersebut terdiri dari tujuh jenis yaitu pupuk Urea, SP-36, ZA, NPK, dan Organik Granul. Rinciannya, pupuk Urea sebesar 133.253 ton, SP-36 2.849 ton, ZA 7.959 ton, NPK 80.286 ton, dan pupuk organik 4.728 ton.

Sedangkan untuk stok pupuk bersubsidi di tingkat produsen di Sulsel, totalnya mencapai 75.800 ton. Jumlah ini, kata dia, jauh lebih banyak dari stok ketentuan minimum pemerintah.

Secara teknis, Pupuk bersubsidi di Sulsel disalurkan oleh dua anak perusahaan Pupuk Indonesia, yaitu PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT Petrokimia Gresik. Dalam penyalurannya, Pupuk Indonesia memiliki jaringan distribusi yang cukup baik di Sulsel.

Adapun jaringan distribusi ini terdiri dari 52 distributor, 1.118 kios pengecer resmi, 46 unit gudang (Distribution Center (DC) dan Lini III) dengan total kapasitas sekitar 141 ribu ton, hingga memiliki 42 personil petugas lapangan yang tersebar pada 24 kabupaten kota di Sulsel.

Ia menekankan, bahwa Pupuk Indonesia sebagai produsen, senantiasa menyalurkan pupuk bersubsidi dengan berpedoman dengan ketentuan yang berlaku. Pupuk Indonesia juga telah menginstruksikan kepada distributor dan kios resmi untuk mengikuti regulasi pemerintah setempat dalam penyaluran pupuk bersubsidi.

Yusri kembali menegaskan bahwa Pupuk Indonesia tidak akan segan memberikan sanksi hingga pemberhentian kerja sama kepada distributor dan kios resmi yang kedapatan terlibat dalam penyelewengan pupuk bersubsidi.

Baca Juga: 40 Persen Kuota Pupuk Subsidi Disalurkan Pupuk Indonesia di Sulsel
Tegas! Pupuk Indonesia Ancam Pecat Distributor dan Kios Nakal



Oleh karena itu, Pupuk Indonesia siap mendukung aparat penegak hukum untuk mengungkap kasus penyelewengan pupuk bersubsidi yang terjadi di wilayah di Sulsel.

“Kami tidak akan segan untuk memberikan sanksi kepada siapa pun di jaringan distribusi kami jika terlibat dalam penyalahgunaan pupuk bersubsidi. Saksinya, pengurangan jatah penjualan pupuk hingga pemecatan," ucap Yusri.

Video Terkait