Selain Genetika, Faktor Ini Punya Pengaruh Besar pada Kualitas Lentil

Bibit tanaman kacang lentil. (Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 24 Mei 2022 | 11:30 WIB

Sariagri - Sariagri - Kacang lentil atau miju-miju adalah salah satu jenis tanaman kacang-kacangan dengan kandungan nutrisi tinggi, terutama protein, karbohidrat, mikronutrien, vitamin dan serat yang relevan. Karena itu, kacang lentil banyak disukai dan memiliki pasar cukup besar di dunia.

"Miju-miju dan tanaman kacang-kacangan lainnya adalah non-transgenik, dan manfaat kesehatan yang dirasakan telah meningkatkan pasar untuk kedua jenis tanaman tersebut," ujar Nonoy Bandillo, asisten profesor dan pemulia kacang di North Dakota State University, dikutip dari seedworld.com.

Terlepas dari manfaatnya, legum serbaguna ini tidak semuanya diciptakan sama. Faktor genetika dan lingkungan memainkan peran utama dalam kualitas dan hasil kacang lentil. Menurut rilis berita dari Soil Science Society of America (SSSA), varietas miju-miju yang sama dapat memberikan hasil dan profil nutrisi berbeda jika ditanam di lingkungan berbeda. 

Sebuah studi baru di Crop Science meneliti bagaimana faktor genetika dan lingkungan berperan pada kualitas tanaman miju-miju di lima lokasi studi di Montana, AS, masing-masing dengan kondisi tanah dan cuaca berbeda. Meski berbasis di Montana, Chen meyakini hasil penelitian dapat diterapkan di seluruh dunia.

"Memahami bagaimana lingkungan dan genetika mempengaruhi tanaman miju-miju adalah kuncinya," kata Chengci Chen, penulis utama studi dan peneliti di Pusat Penelitian Pertanian Timur di Montana State University.

Dia menegaskan, pemahaman tentang genetika dan lingkungan memungkinkan petani untuk memilih varietas miju-miju yang dapat beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda dan menghasilkan hasil panen yang tinggi dan berkualitas tinggi.

Chen dan timnya membuktikan faktor lingkungan memiliki dampak signifikan terhadap hasil miju-miju dan kandungan pati. Sedangkan genetika lentil memainkan peran lebih besar dalam konsentrasi protein dan berbagai nutrisi mikro dan makro, termasuk fosfor, kalium, magnesium, besi, belerang, dan seng.

Studi itu menunjukkan nutrisi lentil dapat difortifikasi dengan menggabungkan upaya pemuliaan dan pemilihan varietas serta lokasi pertanian yang bijaksana. Studi juga membuktikan protein lentil dan konsentrasi pati memiliki korelasi terbalik. Artinya varietas lentil dengan kadar pati tinggi cenderung mengandung kadar protein yang lebih rendah dan sebaliknya.

Baca Juga: Selain Genetika, Faktor Ini Punya Pengaruh Besar pada Kualitas Lentil
Tanaman Unik Ini Tumbuh Lebih Subur di Lingkungan Ekstrem



Pengetahuan ini sangat berharga, karena lentil adalah tanaman ekonomi utama tidak hanya di Amerika Serikat, tetapi juga dunia. Di Amerika ekspor miju-miju pada tahun 2020 menurut catatat USDA mencapai 179 juta dolar AS.

 

Video Terkait