Segudang Manfaat Mikroalga dari Anti Jerawat hingga Antikanker

Guru Besar IPB University dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Prof Iriani Setyaningsih. (IPB University)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 24 Mei 2022 | 10:15 WIB

Sariagri - Mikroalga memiliki banyak manfaat bagi manusia. Menurut Guru Besar IPB University dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Prof Iriani Setyaningsih, selain tumbuh dengan cepat, mikroalga mampu menghasilkan aneka produk bernilai tambah yang menjanjikan dan sustainable.

"Mikroalga, alga berklorofil yang berperan dalam fotosintesis menghasilkan bahan organik yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai kebutuhan manusia. Antara lain industri pangan, suplemen, farmasi, kosmetika, serta dapat menjadi alternatif bioenergy,” ujarnya dalam Konpers Pra Orasi Ilmiah dikutip dari laman IPB University.

Dia menjelaskan hingga saat ini mikroalga untuk pangan baru Spirulina dan Chlorella yang diakui sebagai food grade.

“Kami telah berhasil membuat produk berbasis spirulina antara lain mie, biscuit, jelly drink, cookies, yoghurt, snack bar, tablet hisap spirulina dan sebagainya. Beberapa di antaranya telah dipatenkan dengan status terdaftar dan publikasi,” katanya.

Dia mengungkapkan penelitian ini bekerja sama dengan Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University. Sebagai bahan obat-obatan, lanjut dia, mikroalga memiliki fungsi fisiologis yang bermanfaat bagi kesehatan dan berpotensi dalam mengatasi penyakit non-degeneratif dan degeneratif.

Beberapa jenis mikroalga berpotensi antibakterial antara lain Chlorella vulgaris, Skeletonema costatum, Nitzschia closterium, Chaetoceros gracilis dan Spirulina platensis.

“Pigmen fikosianin, ekstrak kasar dan fraksi alkaloid dari Spirulina platensis dapat menghambat Plasmodium falciparum 3D7 (virus malaria). Keduanya masuk dalam kategori moderately dan active. Ekstrak dari Spirulina platensis juga dapat menghambat sel kanker payudara (MCF-7) lebih dari 50 persen, sedangkan terhadap sel normal payudara (MCF-12a) kurang 50 persen. Artinya ekstrak kasar dari Spirulina platensis mempunyai potensi sebagai antikanker yang dapat menghambat sel kanker payudara dan aman pada sel normal,” paparnya.

Iriani telah mendapatkan biomassa dan pigmen fikosianin dari Spirulina fusiformis yang dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus diabet. Sementara untuk industri kosmetik, timnya berhasil membuat masker wajah berbahan spirulina dan kolagen ikan yang dapat menghambat bakteri penyebab jerawat.

“Formulasi masker peel-off berbasis spirulina dan kolagen ikan telah mendapatkan sertifikat paten (granted), yang merupakan kerjasama dengan PKSPL IPB University. Kami juga membuat lip balm menggunakan minyak/lemak spirulina. Formulasi ini telah terdaftar paten,” jelasnya.

Untuk bioenergi, kata dia, bioetanol dapat dihasilkan dari mikroalga Chlamydomonas dan Synechococcus sp melalui proses fermentasi glukosa menggunakan bantuan yeast terutama jenis Saccharomyces cerevisiae. Eksopolisakarida dari Porphyridium cruentum juga berpotensi untuk menghasilkan bioetanol.

Baca Juga: Segudang Manfaat Mikroalga dari Anti Jerawat hingga Antikanker
Korea Utara Akan Kirim 30 'Teknisi' ke Guinea untuk Kerjasama Pertanian

Dia menambahkan meski memiliki peluang besar untuk pengembangan aplikasi mikroalga, masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya masih sedikitnya industri mikroalga di Indonesia.

"Selain itu, perlunya perancangan pangan fungsional baru, nutraceuticals dan pharmaceuticals dari mikroalga selain spirulina dan isolasi single compound dari senyawa aktif yang memiliki fungsi fisiologis dan menjadi kandidat obat,” pungkasnya.

Video Terkait