Kondisi Cuaca Memburuk, Harga Kedelai dan Gandum Berjangka Naik

Tanaman pangan gandum. (Pixabay)

Editor: Yoyok - Senin, 23 Mei 2022 | 15:55 WIB

Sariagri - Harga komoditas biji-bijian berjangka Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Senin (23/5) siang. Kenaikan dipicu oleh pelemahan dolar AS, kenaikan harga minyak mentah, dan cuaca buruk yang mengancam produksi di negara-negara produsen utama.

Reuters melaporkan harga kontrak gandum yang paling aktif di Chicago Board of Trade (CBOT) menguat 1,09 persen menjadi 1.181,50 dolar AS per bushel atau gantang setelah jatuh 0,74 persen pekan lalu.

"Pasokan gandum untuk ekspor menyusut karena perang Ukraina, larangan ekspor dan kondisi cuaca yang memburuk," kata trader yang berbasis di Mumbai.

"Jumlah panen Prancis dan Amerika sekarang direvisi turun," kata trader itu, menambahkan semua faktor tersebut mendukung reli gandum yang berkepanjangan.

Kondisi pertumbuhan untuk tanaman gandum dan jelai (barley) di Prancis turun tajam selama dua pekan berturut-turut karena musim panas memperburuk kekeringan di produsen biji-bijian terbesar di Uni Eropa itu.

Sementara itu, jagung berjangka CBOT naik 0,45 persen menjadi 782,45 dolar AS per bushel dan kedelai bertambah 0,69 persen menjadi 1.717 dolar AS per bushel.

Langkah Indonesia untuk menerapkan kembali persyaratan penjualan domestik pada minyak sawit (CPO) mendukung harga  vegetable oil  dan meningkatkan permintaan untuk penghancuran kedelai, kata trader yang berbasis di New Delhi.

Minyak naik hampir 1 persen, sementara dolar memulai pekan ini dengan lesu, menyusul kerugian mingguan pertama dalam hampir dua bulan, karena investor memangkas spekulasi pada penguatan dolar lebih lanjut dari kenaikan suku bunga Amerika.

Baca Juga: Kondisi Cuaca Memburuk, Harga Kedelai dan Gandum Berjangka Naik
Harga Kedelai Menguat di Tengah Prospek Permintaan Ekspor AS

Pasar komoditas biji-bijian mendapat dukungan dari harga minyak yang kuat, yang mendorong permintaan etanol berbasis biji-bijian, kata para dealer.

Argentina, eksportir jagung terbesar kedua di dunia, dapat menaikkan batas ekspor panen gandum 2021/22 menjadi 35 juta ton, dari 30 juta ton saat ini.

Kenya mengizinkan impor 540.000 ton jagung bebas bea hingga Agustus untuk mencegah ancaman kekurangan pasokan.

Video Terkait