Dongkak Ekonomi, Petani Sayur di Kupang Kelola Pupuk Organik

Ilustrasi pupuk. (pixabay)

Editor: Dera - Jumat, 20 Mei 2022 | 19:15 WIB

Sariagri - Kelompok Tani sayur di Naioni, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur menggandeng Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana untuk membantu dalam pengelolaan pupuk organik untuk meningkatkan usaha petani sayur di daerah ini.

"Dalam mengoptimalkan kegiatan usaha para petani di Naioni sehingga dilakukan kerjasama petani dengan Fakultas Pertanian Undana tentang proses pengelolaan pupuk organik," kata Kordinator proyek leader program pemberdayaan petani sayur lokal Kota Kupang, Irma Nenobais di Kupang, Jumat (20/5). 

Proyek leader program pemberdayaan petani sayur lokal bantuan Pemerintah Australia dilakukan di Naioni dalam membantu pemberdayaan ekonomi petani di Kota Kupang.

Irma Nenobais menjelaskan peserta program pemberdayaan petani melalui program Pemerintah Australia berjumlah 29 orang petani hortikultura berasal dari beberapa kelompok tani yang berada dalam pengawasan dan binaan Balai Penyuluhan Pertanian Naioni, Alak, Kota Kupang yaitu Kelurahan Batuplat, Manulai II, Nunbaun Sabu, Manutapen, Penkase Oeleta, dan Kelurahan Naioni.

Dalam program pemberdayaan petani yang didukung Pemerintah Australia melibatkan tim ahli dari program studi Agribisnis Fakultas Pertanian Undana, Pusat Inkubator Bisnis Dan Layanan Masyarakat Fakultas Pertanian Undana dan Laboratorium Penyuluhan Pertanian Fakultas Pertanian Undana.

Dia berharap melalui program pemberdayaan dilakukan Australia kelompok petani sayur binaan Balai VI Penyuluhan Pertanian Naioni, Alak, Kota Kupang dapat mengadopsi inovasi pembuatan pupuk organik dan pestisida organik untuk kebutuhan usaha tani sayuran dan juga dapat menjual ke warga masyarakat di Kota Kupang demi peningkatan pendapatan rumah tangga petani sayur.

Ia menjelaskan kelompok tani sayur Naioni juga menggandeng Fakultas Pertanian Undana tentang pengelolaan pupuk organik yang dapat mendongkrak pendapatan ekonomi petani.

Baca Juga: Dongkak Ekonomi, Petani Sayur di Kupang Kelola Pupuk Organik
Pupuk Susidi Terbatas, Petani Jateng Gunakan Pupuk Organik

Sementara itu Soleman Nenosaban, perwakilan kelompok tani ingat aku Naioni menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Australia yang telah membuktikan kepedulian melalui program pemberdayaan ekonomi petani

Dia menjelaskan para petani sering mengeluh kekurangan pupuk untuk bercocok tanam, sehingga mewakili para petani minta dukungan Pemkot Kupang melalui dinas teknis untuk memberikan pendampingan kepada mereka sehingga bisa menghasilkan lebih banyak pupuk untuk memenuhi permintaan petani lainnya.

Video Terkait