Larangan Ekspor Gandum India Perburuk Krisis Pangan Dunia

Tanaman gandum. (Piqsels)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Reza P - Kamis, 19 Mei 2022 | 19:00 WIB

Larangan ekspor gandum India telah memperburuk pasongan pangan dunia. Bahkan kebijakan tersebut dinilai telah memicu kekhawatiran dimana jumlah orang yang berada di ambang kelaparan akan melonjak.

Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield meminta agar India membatalkan larangan ekspor gandum. Ia juga memperingatkan bahwa langkah itu akan memperburuk kekurangan komoditas global.

"Kami mendorong negara-negara untuk tidak membatasi ekspor karena kami pikir pembatasan ekspor akan memperburuk kekurangan pangan," kata Linda Thomas-Greenfield dalam pertemuan tingkat menteri tentang ketahanan pangan menjelang pertemuan Dewan Keamanan PBB.

Bank Dunia menyatakan invasi Rusia ke Ukraina telah berkontribusi pada kejutan bersejarah bagi pasar komoditas yang akan menjaga harga global tetap tinggi hingga akhir 2024. Harga pangan diperkirakan akan melonjak sebesar 22,9% tahun ini, didorong oleh kenaikan harga gandum sebesar 40%.

Akan tetapi, jauh sebelum perang Rusia-Ukraina, rantai pasokan pangan global sudah terganggu oleh perubahan iklim, yang telah mendorong harga pangan ke level tertinggi dalam satu dekade terakhir. 

Program Pangan Dunia PBB mengumumkan jumlah orang di ambang kelaparan telah melonjak menjadi 44 juta jiwa dari 27 juta jiwa pada 2019. Ini disebabkan oleh banyaknya orang yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19 dan krisis pangan akibat perubahan iklim.

Pasokan gandum India kini menjadi salah satu harapan dunia. Akan tetapi, produsen gandum terbesar kedua dunia setelah China itu, telah melarang ekspor gandum karena ancaman gelombang panas. 

Video Terkait