Harga Gandum Teruskan Tren Positif, Efek Pasokan Berkurang

Tanaman gandum. (Piqsels)

Editor: Yoyok - Kamis, 19 Mei 2022 | 15:25 WIB

Sariagri - Harga gandum berjangka di Bursa Komoditas Chicago memperpanjang kenaikan pada Kamis (19/5) petang setelah India di luar dugaan melarang ekspor komoditas tersebut, pekan lalu. Kondisinya kian didukung oleh perang Rusia-Ukraina yang menopang pasar biji-bijian global.

Reuters melaporkan harga kontrak gandum yang paling aktif di Chicago Board of Trade (CBOT) naik tipis 0,10 persen menjadi 1.232 dolar AS per bushel, pada pukul 13.53 WIB, Kamis.

Gandum CBOT melesat lebih dari 8 persen selama dua hari terakhir, menyusul larangan ekspor gandum India, dan laporan yang menunjukkan kondisi panen musim dingin Amerika Serikat yang buruk.

Sementara itu, harga kedelai CBOT menguat 0,89 persen menjadi 1.677,50 dolar AS per bushel, memperpanjang kenaikan, sementara jagung meningkat 0,16 persen menjadi 782,75 dolar AS per bushel.

Gandum tetap kokoh meski ada laporan tentang rekor ukuran panen gandum Rusia dan perkiraan lebih banyak ekspor dari negara itu, serta prospek Ukraina mengirimkan lebih banyak komoditas biji-bijian yang terjebak di sana dengan bantuan PBB.

Sekjen PBB, Antonio Guterres, Rabu, mengatakan dia melakukan "kontak yang intens" dengan Rusia, Ukraina, Turki, Amerika Serikat dan Uni Eropa dalam upaya memulihkan ekspor gandum Ukraina ketika krisis pangan global memburuk.

Rusia tercatat mengekspor lebih banyak gandum pada musim pemasaran yang baru karena panen dan persediaan yang cukup besar, ungkap IKAR, Rabu.

India mengatakan pada Selasa akan mengizinkan pengiriman gandum ke luar negeri menunggu izin bea cukai, melonggarkan penjualan ke luar negeri setelah melarang ekspor bahan pokok tersebut, Sabtu.

Baca Juga: Harga Gandum Teruskan Tren Positif, Efek Pasokan Berkurang
Kekhawatiran Pasokan Masih Hantui Pasar, Harga Gandum Bergerak Positif

Sejumlah faktor  bearish  mulai membebani pasar jagung dan kedelai, meski kekhawatiran atas pengetatan pasokan di sektor pertanian global terus mendukung harga.

Konsultan agribisnis Agroconsult memangkas perkiraan panen jagung kedua Brasil menjadi 87,6 juta ton pada siklus 2021/2022, turun dari ekspektasi sebelumnya 92,2 juta ton.

Video Terkait