Jadi Penyangga IKN, Pemerintah Diminta Prioritaskan Pertanian di Kaltim

Ilustrasi lahan pertanian. (Antara)

Editor: Dera - Kamis, 19 Mei 2022 | 16:20 WIB

Sariagri - DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menyatakan Pemerintah Pusat harus memprioritaskan pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai daerah penyangga pangan Ibu Kota Negara.

"Kami sudah sampaikan aspirasi tersebut ke Kementerian Pertanian," ujar Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara Wakidi di Penajam, Kamis (19/5). 

Untuk mewujudkannya, Pemkab Penajam Paser Utara, katanya juga harus proaktif mengajukan berbagai program pertanian kepada Kementerian Pertanian untuk peningkatan produksi pertanian di daerah berjuluk "Benuo Taka" tersebut.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, katanya lagi, harus membuat perencanaan terpadu dengan IKN Nusantara karena masuk dalam perencanaan daerah penyangga pangan ibu kota baru Indonesia tersebut.

Akan tetapi, katanya, bukan hanya Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah juga masuk dalam perencanaan daerah penyangga pangan IKN Nusantara.

"Kami minta Kementerian Pertanian berikan kebijakan khusus pemenuhan infrastruktur irigasi dan lainnya untuk peningkatan produksi pertanian," ucapnya, seperti dilansir dari Antara

Diharapkan Kementerian Pertanian memberikan anggaran khusus untuk peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Petani Kabupaten Penajam Paser Utara, menurut dia, membutuhkan keberadaan sumber air untuk irigasi lahan persawahan untuk meningkatkan produksi.

Selama ini lahan persawahan di wilayah Penajam Paser Utara, lanjut dia, menggunakan sistem tadah hujan untuk pengairan sehingga hasil panen tidak maksimal.

Baca Juga: Jadi Penyangga IKN, Pemerintah Diminta Prioritaskan Pertanian di Kaltim
Polbangtan Medan Harapkan Mahasiswa Kuasai Sistem Irigasi Tetes Air

"Kami juga sampaikan aspirasi kepada Kementerian Pertanian terkait pembangunan pertanian berbasis kawasan, sebab hanya dapatkan kuota 1.500 hektare," tambahnya.

Padahal di wilayah Penajam Paser Utara, kata Wakidi, terdapat sekitar 10.000 hektare lahan pertanian tanaman padi produktif yang dapat digunakan untuk pertanian berbasis kawasan tersebut.

Video Terkait