Serat Abaka di Talaud Potensial Jadi Sumber Devisa di Masa Depan

Serat Abaka di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. (Antara/HO-Karantina Pertanian Manado)

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 18 Mei 2022 | 06:00 WIB

Sariagri - Pemanfaatan secara baik potensi serat Abaka di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara akan menghasilkan devisa di masa depan.

"Ini sekaligus sebagai upaya untuk pemulihan ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian Jan S. Maringka. 

Abaka merupakan tanaman endemik yang tumbuh liar di Kabupaten Kepulauan Talaud, dengan nama latin Musa textilis. Tanaman ini termasuk dalam famili Musaceae atau jenis pisang-pisangan.

Serat dari pelepahnya kuat sehingga dengan karakter itu dapat dijadikan komoditas ekspor sebagai bahan baku pembuatan tali tambang kapal, karpet maupun suvenir, seperti tas, sandal atau topi.

Maringka juga menekankan perlunya menggali permasalahan yang dihadapi masyarakat setempat.

"Carikanlah solusi atas permasalahan terkait kebutuhan alat mesin penyerut sehingga masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud dapat segera meningkat kesejahteraannya seiring dengan percepatan peningkatan ekspor dari komoditas pertaniannya," katanya.

Kepala Balai Karantina Pertanian Manado Donni Muksydayan Saragih mengatakan serat Abaka pada tahun 2019 sudah pernah diekspor ke Inggris dan mulai masuk ke pasar Jepang tahun 2020.

Dia optimistis apabila serat Abaka diproduksi dalam skala besar akan menambah deretan komoditas potensial ekspor dari Kabupaten Kepulauan Talaud setelah kelapa, kopra, cengkih dan pala.

Video Terkait