Dear Pak Mentan, Ini Loh Keluhan Petani Milenial di Tanah Air

Ilustrasi petani. (pixabay)

Editor: Dera - Selasa, 17 Mei 2022 | 10:15 WIB

Sariagri - Petani milenial mempunyai peranan penting dalam dunia pertanian di Tanah Air. Pasalnya, petani milenial merupakan pahlawan yang berjuang menjaga ketahanan pangan nasional. 

Namun menjalani profesi sebagai seorang petani jelas bukanlah hal mudah, terlebih dengan berbagai kendala dan tantangan yang harus mereka hadapi. 

Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan Wahyudi Rahman berdiskusi sekaligus menyerap keluhan para petani milenial di Kabupaten Tapin. 

"Harusnya pemerintah daerah dan provinsi lebih banyak berkomunikasi dengan para petani sehingga program lebih tepat sasaran," katanya di Rantau, Kalimantan Selatan.

Pria yang akrab disapa Bang Gabas mengatakan keluhan dari Forum Komunitas Petani Muda Tapin di antaranya biaya usaha tani yang semakin meningkat, kurangnya ketersediaan alsintan modern, kesulitan menjual produk usai panen dan lainnya.

Permasalahan petani milenial itu, dinilai masalah klasik yang tidak kunjung selesai.  Di Tapin, kata dia, perlu perhatian yang sangat serius mengingat mayoritas penduduk bergantung di usaha tani.

Selain itu, untuk pemerintah daerah dia meminta agar memperhatikan kearifan lokal dan tidak memaksakan program yang diadopsi dari daerah lain.

"Akibatnya produk tidak laku dan petani tidak tahu harus menjual ke mana. Kemudian produk pertanian lokal juga harus di dorong," ujarnya.

Selanjutnya, dia berjanji membawa permasalahan atau keluhan petani mielnial itu ke rapat koordinasi DPRD Kalsel. Kemudian dia juga akan meminta relasinya di daerah untuk mendorong dan menindaklanjuti di tingkat kabupaten.

Baca Juga: Dear Pak Mentan, Ini Loh Keluhan Petani Milenial di Tanah Air
Di Kota Ini, Petani Milenial Jadi Peluang Karir Cemerlang

Merespon gagasan Gabas, Sekjen DPC partai PDIP Yuspianor menyatakan akan segera berkoordinasi dengan anggota DPRD di tingkat kabupaten.

"Mengingat ini mandat dari rakyat dan untuk kepentingan masyarakat, kami akan secepatnya membawa ke DPRD Tapin," janji Yuspianor. 

Video Terkait