Perang Rusia-Ukraina Bawa Berkah Bagi Petani Prancis

Ilustrasi bunga matahari (Pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Reza P - Sabtu, 14 Mei 2022 | 09:30 WIB

Perang Rusia ke Ukraina telah menyebabkan terganggunya ekspor tanaman pangan dan menaikkan harga pangan dunia. Kedua negara tersebut diketahui merupakan pengekspor utama bahan makanan pokok seperti gandum dan minyak bunga matahari. 

Sementara itu, produsen pertanian terbesar di Uni Eropa, Prancis, sejumlah petaninya merasa memiliki peluang, terutama untuk memperluas budidaya bunga matahari.

Seorang petani di Prancis bernama Adrien Dupuy mencoba menanam bunga matahari dua tahun lalu. Tahun ini meski masih cukup kecil, hasil budidaya bunga matahari di ladangnya di utara Paris meningkat dua kali lipat.

“Bunga matahari mudah tumbuh, tidak memerlukan obat hama atau jamur. Satu-satunya masalah adalah burung yang suka memakan bijinya,” katanya, dikutip dari newsdelivers.

Perang di Ukraina membuat harga minyak bunga matahari naik. "Saya pikir harga akan tetap tinggi untuk beberapa bulan ke depan," ujarnya.

Di Prancis dan di tempat lain di Eropa, minyak bunga matahari menjadi sulit didapat. Kelangkaan itu menjadi masalah ketika memasak kentang goreng yang terkenal di Prancis.

“Ukraina menyumbang 30 persen dari produksi bunga matahari dunia. Juga lima persen teratas dari produksi gandum dan jelai. Jadi, untuk bunga matahari, pengaruhnya besar,” kata Direktur Perdagangan dan Pertanian Prancis, Marion Jansen.

Meskipun Prancis adalah salah satu produsen bunga matahari utama di Uni Eropa untuk minyak berkualitas tinggi, Prancis mengimpor minyak bunga matahari standar dari Ukraina karena kekurangan kapasitas produksi.

Video Terkait