Capai Swasembada, Cina Berupaya Gandakan Hasil Produksi Kedelai

Ilustrasi - Komiditas kedelai. (Pixabay)

Editor: Dera - Rabu, 11 Mei 2022 | 18:15 WIB

Wakil Perdana Menteri Cina, Hu Chunhua, menekankan perlunya dilakukan berbagai langkah untuk meningkatkan produksi kedelai seiring dengan adanya dorongan untuk menjaga ketahanan pangan dan mencapai swasembada.

Beijing telah lama menekankan keamanan nasional termasuk makanan dan benih, dengan gejolak harga global dan krisis pangan yang mengancam akibat perang Rusia-Ukraina. Kondisi itu juga menjadi pengingat bagi Cina untuk mengurangi ketergantungannya pada pasar luar negeri.

Selama kunjungannya ke Provinsi Heilongjiang pada pekan lalu, Hu mengatakan bahwa provinsi timur laut itu yang menyumbang 60 persen dari produksi kedelai nasional, memainkan peran penting dalam mewujudkan target tahun ini untuk meningkatkan areal penanaman.

Dia mendesak para pejabat untuk mempercepat pemulihan dan memperluas area penanaman kedelai, sambil juga menyebutkan peningkatan subsidi dan inisiatif bagi petani untuk menanam lebih banyak kedelai.

Peningkatan pasokan dan penggunaan mesin untuk memastikan target penanaman musim semi dapat tercapai juga disorot oleh Hu.

Dia juga menekankan penguatan pemuliaan kedelai berkualitas tinggi dan penerapan teknik penanaman untuk meningkatkan efisiensi.

“Kita harus mengambil beberapa langkah untuk meningkatkan produksi kedelai, memastikan kita mencapai target perluasan perkebunan dan mengintensifkan kemampuan swasembada,” kata Hu, seperti dikutip South China Morning Post.

Baca Juga: Capai Swasembada, Cina Berupaya Gandakan Hasil Produksi Kedelai
Perang Rusia-Ukraina Bawa Untung Bagi Produsen Kedelai di Negara Ini

Cina telah mendaftarkan ekspansi kedelai sebagai tugas politik utama yang harus diselesaikan pada tahun 2022, dengan produksi kedelai domestik diperkirakan akan meningkat sebesar 26 persen menjadi 20,6 juta ton pada tahun ini.

Beijing berharap dapat meningkatkan produksi kedelai domestik sebesar 40 persen menjadi 23 juta ton pada tahun 2025.

Cina merupakan pembeli kedelai terbesar di dunia, tetapi impornya turun 0,8 persen menjadi 28,36 juta ton dalam empat bulan pertama tahun ini. 

Video Terkait