Duh! Hama Tungro Rusak Ratusan Hektare Padi di Kalsel

Ilustrasi lahan pertanian. (Antara)

Editor: Dera - Selasa, 10 Mei 2022 | 23:00 WIB

Sariagri - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui dinas tanaman pangan dan hortikultura berupaya menangani serangan hama tungro yang merusak ratusan hektare lahan padi.

Hama tungro atau virus tungro diketahui menginfeksi tanaman padi hingga menjadi kerdil, daun berwarna kuning sampai kuning jingga disertai bercak-bercak berwarna kecoklatan, daun yang kuning nampak sedikit melintir. Perubahan warna daun di mulai dari ujung, meluas ke bagian pangkal.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kalsel Syamsir Rahman menyebut ada ratusan hektare tanaman padi di provinsi ini yang diserang hama tungro tersebut hingga mengalami kerusakan.

Ia memaparkan, serangan hama tungro terjadi di wilayah pertanian di Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Banjar.

Dengan data sementara, di Kabupaten Tanah Laut seluas 100 hektare, di Kabupaten Barito Kuala seluas 400 hektare dan Kabupaten Banjar seluas 150 hektare.

Atas situasi ini, Pemprov melalui instansinya dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, demikian juga dengan dinas pertanian kabupaten melakukan gerakan pengendalian hama tungro tersebut.

Gerakan yang sedang dilakukan dengan menyiapkan obat-obatan dan keperluan lainnya untuk mengatasi dan mengisolasi hama tungro tersebut hingga tidak menyerang lebih luas lagi.

Baca Juga: Duh! Hama Tungro Rusak Ratusan Hektare Padi di Kalsel
Catat! Begini Cara Pengendalian Hama Keong Mas pada Tanaman Padi

"Bapak Gubernur pun sudah menginstruksikan agar ditangani masalah ini dengan serius, termasuk distribusi obat-obatan tercukupi untuk penanganan," kata Syamsir Rahman di Banjarmasin, Selasa (10/5). 

Dia pun menyatakan, timbulnya hama tungro ini akibat cuaca yang berubah-ubah, selain dampak banjir.

"Cuaca di daerah kita ini kadang panas kadang hujan, ini menyebabkan penyebaran dari pada hama tungro itu akan lebih mudah, jadi kita selalu bersama balai pengkajian teknologi pertanian dan dinas kabupaten tiap hari kita lakukan gerakan-gerakan pengendalian yang kita laksanakan," ujarnya, seperti dikutip dari Antara. 

Video Terkait