Menilik Awal Mula Pupuk Dolomit si Penyubur Tanah

Ilustrasi pupuk dolomit. (Foto: Istimewa)

Editor: Putri - Selasa, 10 Mei 2022 | 16:10 WIB

Sariagri - Agar hasil panen dapat melimpah, pemberian pupuk dilakukan. Pemberian pupuk membuat unsur hara tanah menjadi lebih baik sehingga hasil panen baik dan berlimpah.

Terdapat berbagai pilihan pupuk untuk tanaman yang beredar di pasar, baik kimiawi maupun organik. Di antara berbagai jenis pupuk, pupuk dolomit adalah pupuk paling baik dan aman.

Mengutip berbagai sumber, pupuk dolomit memiliki kadar mineral yang mengandung kadar yang cukup tinggi dari kalsium oksida (CaO) dan magnesium oksida (MgO).

Kedua unsur ini dapat menetralkan pH tanah. Dengan pupuk dolomit, tanah yang kekurangan hara kalsium dan magnesium, dapat memaksimalkan produksi tanaman.

Pupuk dolomit terbuat dari batuan dolomit yang dikumpulkan dari proses penambangan. Kandungan yang sangat dibutuhkan dari kapur ini adalah kalsium dan magnesium.

Mengutip situs resmi Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Pemerintah Kabupaten Buleleng, manfaat lain dolomit adalah mampu menetralisir senyawa-senyawa beracun, baik senyawa organik maupun nonorganik, seperti aluminium, zat besi, dan tembaga.

Dengan natuan dolomit, mikoorganisme di dalam tanah bisa lebih berkembang dan aktif sehingga tanaman yang ditanam dapat tumbuh lebih subur.

Karena kondisi tanah yang cukup baik, penyerapan zat-zat hara yang berasal dari bahan organik pupuk di dalam tanah lebih efektif dan efisien.

Dengan begitu, pupuk yang kamu berikan bisa terserap lebih optimal dan persentase pupuk yang terbuang atau menguap menjadi lebih rendah.

Baca Juga: Menilik Awal Mula Pupuk Dolomit si Penyubur Tanah
Dolomit untuk Terapi Tanah Agar Kuat Menopang Populasi

Penemuan Batu Dolomit

Kita dapat merasakan manfaat pupuk dolomit tidak terlepas dari penemuan penting penemuan batuan dolomit. Pada 1791, seorang naturalis dan ahli geologi Prancis Déodat Gratet de Dolomieu, masih menyebutnya hanya batu. Ia kemudian mengumpulkan sampel batuan di Pegunungan Alpen. Nicolas-Théodore de Saussure pertama kali menamai mineral tersebut pada Maret 1792.

Batuan tersebut diberi nama 'dolomit' yang mana diambil dari nama Deodat de Dolomieu. Selain pupuk, industri kimia menggunakan mineral dolomit dalam pembuatan garam magnesium yang digunakan dalam pengobatan.
Pembangun juga dapat menggunakan batu dolomit sebagai batu struktural dan batu hias. Dolomit yang indah di timur laut Italia membentuk salah satu pegunungan, yaitu pegunungan Alpen. Selain dolomit, batuan ini juga disebut dolostone atau kadang-kadang sebagai batu gamping.

Video Terkait