Ribuan Hektare Sawah di Daerah Ini Beralih Fungsi Jadi Pertokoan

Ilustrasi - Lahan persawahan. (Piqsels)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 10 Mei 2022 | 13:20 WIB

Sariagri - Ribuan hektare sawah di Kabupaten Pidie, Aceh telah beralih fungsi dari lahan produktif menjadi bangunan pertokoan. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie mencatat pada 2017 luas sawah 29.779 hektare namun menyusut menjadi 24 ribu hektare pada 2022.

"Ada 4.000 ribuan hektare sawah di Pidie beralih fungsi menjadi bangunan dalam rentang lima tahun terakhir. Tentunya ini mengkhawatirkan karena berdampak pada ketersediaan pangan, terutama beras," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie Hasballah di Pidie, Senin.

Hasballah memperkirakan luas sawah beralih fungsi menjadi lokasi pembangunan pertokoan dan bangunan lainnya setiap tahun mencapai ratusan hektare.

"Data tersebut berdasarkan jumlah yang dikumpulkan pendamping pertanian di setiap lapangan secara berkelanjutan. Nantinya, sawah yang beralih fungsi tersebut akan dikeluarkan dari data," kata Hasballah.

Dia mengatakan pihaknya tidak pernah mengizinkan alih fungsi sawah karena berimbas pada luas area tanam untuk daerah lumbung pangan di Provinsi Aceh.

Baca Juga: Ribuan Hektare Sawah di Daerah Ini Beralih Fungsi Jadi Pertokoan
Mempertahankan Lahan Sawah Dilindungi di Bekasi Beralih Fungsi



Selain itu, kata dia, pihaknya tidak pernah mengeluarkan rekomendasi apa pun untuk proses izin mendirikan bangunan (IMB), meski bangunan di area persawahan tetap didirikan.

"Pemerintah daerah juga tidak bisa berbuat banyak menertibkan bangunan tanpa IMB di atas lahan sawah. Sebab belum punya qanun atau peraturan turunan dari peraturan pemerintah mengatur alih fungsi lahan pertanian pangan berkelanjutan," pungkasnya.

Video Terkait