Desa di Bali Sukses Memadukan Pertanian Organik dengan Pariwisata

Kepala Desa Sidan I Made Sukra Suyasa (kanan) bersama anggota DPD Made Mangku Pastika. (Antara/Ni Luh Rhismawati)

Editor: Arif Sodhiq - Minggu, 8 Mei 2022 | 23:00 WIB

Sariagri - Para petani dari Desa Sidan, Kabupaten Gianyar, Bali semakin bersemangat memadukan pertanian organik dengan sektor pariwisata. Upaya ini untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus penyelamatan lingkungan.

"Kami awalnya mencoba percontohan program padi organik seluas dua hektare dan hasilnya ternyata cukup bagus, dengan dibantu pendampingan dari Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar," kata Kepala Desa Sidan,  I Made Sukra Suyasa di Gianyar.

Menurut dia, subak yang menjadi percontohan pertanian organik, sebelumnya telah diberikan bantuan bibit dan pupuk organik.

Dengan keberhasilan percontohan pertanian organik yang telah berjalan sekitar dua tahun ini, petani dari subak lainnya di Desa Sidan ikut tertarik bertanam padi dengan pupuk organik.

"Saat ini petani yang bertanam padi organik sudah di tujuh subak, dengan luasan lahan mencapai 40 hektare," katanya.

Sukra Suyasa mengatakan, saat awal panen pada subak yang menjadi percontohan, memang terjadi penurunan hasil hingga 40 persen dibandingkan menggunakan pupuk kimia.

Tetapi, dari tiga kali tanam, dalam satu hektare sawah yang menggunakan pupuk organik mampu menghasilkan 7,9 ton gabah. Sedangkan jika menggunakan pupuk kimia, dalam satu hektare sawah menghasilkan 5,5 ton gabah.

"Target kami, semua lahan pertanian di Sidan yang seluas 101 hektare dapat beralih ke pertanian organik," kata Sukra Suyasa.

Atas keberhasilan pengembangan pertanian organik di desa itu, kini banyak pihak melakukan studi ke Desa Sidan. Studi itu  terkait bagaimana cara mengedukasi petani.

"Terlebih, pertanian organik yang dikembangkan tak hanya padi, juga komoditas hortikultura seperti sayur-sayuran dan cabai yang dikaitkan pula dengan program Puspa Pangan dari Tim Penggerak PKK," katanya.

Sebelumnya dalam acara penyerapan aspirasi, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Made Mangku Pastika mengatakan saat ini petani bersama BUMDes juga mengembangkan padi organik serta wisata desa yang dinamakan Kissidan Ecohill Retreat & Resto.

"Khusus untuk Kissidan Ecohill yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Gianyar dan Klungkung dan Bangli ini baru memanfaatkan areal tiga hektare. Kami ada 30 hektare lahan tidur, ini yang akan dikelola," kata Sukra didampingi sejumlah tokoh desa.

Wisata Kissidan Ecohill yang dikembangkan mendapat respons sangat bagus. Terbukti kunjungan ke objek wisata dilengkapi restoran, lahan persawahan, edukasi pemilahan sampah dan budidaya ikan itu makin banyak dikunjungi.

"Rata-rata setiap harinya seratusan yang datang," katanya.

Beberapa pengunjung mengaku senang ke Kissidan yang memiliki pemandangan sejuk dan berbukit. Mereka bisa menikmati makanan dengan harga sangat terjangkau.

Sementara itu, anggota DPD, Made Mangku Pastika, mengapresiasi apa yang dilakukan petani Desa Sidan dengan BUMDes-nya.

"Terobosan yang dilakukan kepala desa bersama jajarannya dalam pemberdayaan sumber daya alam ini sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus penyelamatan lingkungan, bumi pertiwi," katanya.

Baca Juga: Desa di Bali Sukses Memadukan Pertanian Organik dengan Pariwisata
Petani ini Raup Untung Besar Saat Liburan Imlek, Kebun Buah Ramai Diserbu Wisatawan



Menurut Pastika, memang tidak mudah meyakinkan petani agar beralih ke pertanian organik meski itu sangat penting untuk menjadikan Bali lestari.

Dia memuji pengelolaan kawasan Kissidan Ecohill yang sangat tepat dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara efisien dan didesain sesuai selera anak muda. \

"Di sini dapat memadukan pertanian dan pariwisata, yang selama ini seringkali dipertentangkan," pungkasnya.

Video Terkait