Perang Rusia-Ukraina Bawa Untung Bagi Produsen Kedelai di Negara Ini

Ilustrasi - Komiditas kedelai. (Pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Arif Sodhiq - Minggu, 8 Mei 2022 | 16:30 WIB

Perang Rusia ke Ukraina telah menyebabkan dampak pada beberapa sektor, salah satunya dengan harga biji-bijian yang meroket. Hal ini membuat khawatir konsumen di seluruh dunia. Namun, disisi lain berpotensi menjadi keuntungan bagi produsen seperti Argentina.

Sariagri - Ekonomi terbesar ketiga Amerika Selatan adalah pengekspor bungkil kedelai dan minyak terbesar di dunia, dan hanya Amerika Serikat dan Brasil yang mengekspor lebih banyak biji-bijian kedelai.

Kedelai mewakili hampir sepertiga dari ekspor Argentina dan pada tahun 2021 menyumbang 9 miliar Dolar AS ke kas negara. Tahun ini, sektor ekspor kedelai mengharapkan rekor penjualan $23,7 miliar - sekitar $700 juta lebih banyak daripada tahun 2021, meskipun panen 10 persen lebih kecil karena kekeringan parah.

"Prospek untuk produsen bagus... Ada optimisme," kata Martin Semino, yang menjual peralatan pertanian dan memimpin Masyarakat Pedesaan Lobos, zona pertanian subur di barat daya Buenos Aires.

Musim panen sedang mencapai puncaknya, dan para pekerja bekerja dari fajar hingga senja untuk membersihkan ladang sebelum hujan musim gugur tiba. ”Kedelai adalah dolar, mata uang pedesaan," kata Semino kepada AFP.

Di masa lalu, gandum telah menjadi penyelamat bagi Argentina yang dilanda inflasi. Ledakan kedelai pada tahun 2000-an secara luas dianggap telah membantu negara tersebut pulih dari krisis ekonomi terburuknya pada tahun 2001. Dalam 40 tahun terakhir, luas permukaan tanaman kedelai meningkat 14 kali lipat.

Argentina juga merupakan produsen utama minyak bunga matahari dan gandum -- biji-bijian lain yang terkena dampak perang yang sedang berlangsung. Setelah rekor panen bunga matahari 3,4 juta ton pada 2021-2022, area yang ditanami akan meningkat 17 persen musim ini menjadi dua juta hektar (4,9 juta hektar).

Negara ini juga memiliki rekor panen gandum musim ini. Diperkirakan pada tahun 2022, ekspor agroindustri Argentina akan menghasilkan rekor $41 miliar, sekitar $3 miliar lebih banyak daripada tahun 2021.

Video Terkait