Serangan Belalang Kembara Sangat Rugikan Petani di Sumba Tengah

Serangan hama belalang kembara di Sumba Tengah (Istimewa)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Dera - Kamis, 5 Mei 2022 | 16:50 WIB

Serangan hama belalang kembara dinilai sangat merugikan petani di Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur. Pasalnya hama tersebut mampu menyerang hingga habis pada komoditas tanaman padi, jagung, kacang hijau hingga tanaman lainnya.

Salah seorang petani perempuan berinisal RRJ mengatakan kepada Sariagri bahwa belalang kembara sudah 2 tahun belakangan ini menyerang daerah pertanian di Kabupaten Sumba Tengah. Ia juga sebelumnya tidak mengetahui tepatnya darimana asal belalang tersebut.

“Asal belalang tidak tahu karna selalu berpindah-pindah lokasinya dan sudah 2 tahun terakhir ada di kabupaten Sumba Tengah,” ujar petani tersebut.

Dalam mengendalikan hama tersebut, ia mengungkapkan bahwa para petani disana sudah berupaya untuk mengusirnya secara manual dengan bunyi-bunyian di area sawah dan kebun. Disamping itu, ia menegaskan bahwa pemerintah hingga saat ini tidak ada upaya untuk mengendalikan hama tersebut.

“Tahun lalu pemerintah atasi dengan semprot pakai kimia malah sekarang makin menjadi-jadi belalangnya,” katanya.

Selain berharap pada pemerintah, ia juga meminta agar seluruh warga untuk tidak menembak burung demi menjaga rantai makanan.

“Harapannya bukan hanya pemerintah saja tapi kita semua bisa menjaga alam juga tidak tembak-tembak burung sehingga akhirnya hama belalang menjadi tak terkendali,” pungkasnya.

Sebagai tambahan informasi, Belalang kembara, merupakan spesies polimorfik yang mengalami tiga kali transformasi populasi yaitu fase soliter, fase transisi, dan fase gregarius. Serangga ini dapat berubah dari fase soliter menjadi fase gregarius jika terjadi kenaikan kepadatan populasi sehingga belalang kembara fase soliter saling berdekatan dan beragregasi, dikutip dari laman Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan.

Dalam fase soliter, belalang kembara bukanlah merupakan hama yang merusak karena populasinya berada di bawah ambang luka ekonomi dan perilakunya tidak rakus. Tahap berikutnya fase transisi, yaitu ketika populasi belalang kembara sudah cukup tinggi dan mulai membentuk kelompok-kelompok kecil.

Fase transisi, sudah perlu diwaspadai karena apabila kondisi lingkungan mendukung maka belalang kembara akan membentuk fase gregrarius. Fase gregarius, merupakan fase ketika kelompok-kelompok belalang kembara telah bergabung dan membentuk gerombolan besar yang sangat rakus dan merusak.

Video Terkait