Peneliti: Emisi Amonia Sektor Pertanian Naik 78% Selama 40 Tahun Terakhir

Petani bakar sampah dilahan pertanian. (farminguk/ Environment Agency)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 15 April 2022 | 19:55 WIB

Sariagri - Intensifikasi pertanian dan kurangnya peraturan mendorong peningkatan jumlah emisi amonia sektor pertanian sebesar 78% antara tahun 1980 hingga 2018. Emisi ini menghasilkan deposisi nitrogen, yang berkontribusi pada berbagai risiko lingkungan dan kesehatan seperti pengasaman tanah, hilangnya keanekaragaman hayati, dan zona mati di saluran air.

Temuan tersebut merupakan hasil penelitian yang ditulis dalam sebuah makalah dan diterbitkan oleh The Proceedings of the National Academy of Sciences.

Menurut para peneliti, deposisi nitrogen meningkat 72% di seluruh dunia selama empat dekade terakhir. Kondisi ini terjadi sebagian karena kurangnya peraturan tentang emisi amonia pertanian di seluruh dunia, kecuali di Eropa barat, di mana emisi ini diatur dan telah menurun selama 40 tahun terakhir.

Laporan penelitian menyebutkan, emisi amonia dari tanaman, didorong oleh penggunaan pupuk yang berlebihan, yang menurut data naik hingga 128% antara 1980 hingga 2018. Sementara emisi ternak, yang sebagian besar berasal dari pupuk kandang, meningkat 45%.

Para peneliti menulis bahwa penggunaan pupuk nitrogen sintetis melampaui peningkatan produktivitas pertanian. Mengutip data dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) menunjukkan bahwa penggunaan pupuk telah meningkat tiga kali lipat dalam 40 tahun terakhir, sementara produksi pangan meningkat hanya dua kali lipat.

Efisiensi penggunaan nitrogen (jumlah nitrogen yang diambil oleh tanaman, dibandingkan dengan yang mengalir ke saluran air atau menguap ke udara) telah menurun secara global, dan khususnya di Cina, di mana efisiensi nitrogen turun dari 60% pada tahun 1961 menjadi 25% pada tahun 2010.

Pupuk yang digunakan pada gandum, jagung, dan beras menyumbang 68% dari semua emisi amonia dari tanaman. Sapi, ayam, kambing, dan babi menyumbang lebih dari 90% emisi amonia dari ternak.

Baca Juga: Peneliti: Emisi Amonia Sektor Pertanian Naik 78% Selama 40 Tahun Terakhir
Agar Petani Miliki Nilai Tawar, Unsoed Kenalkan Varietas Padi Unggul



Para peneliti menyebutkan, A.S., India, dan China bertanggung jawab atas 47% emisi amonia global dan 65% penggunaan pupuk nitrogen yang berlebihan. Jika ketiga negara ini menghindari penggunaan pupuk nitrogen secara berlebihan, 10% hingga 20% dari deposisi nitrogen global dapat dihindari, kata mereka seperti ditulis oleh agriculture.com.

 

Video Terkait