Kementan Percepat Serapan Gabah Jaga Stabilitas Harga di Tingkat Petani

Ilustrasi - Petani di sawah. (Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 12 April 2022 | 18:50 WIB

Sariagri - Percepatan serapan gabah petani kembali dilakukan pemerintah untuk menjaga harga di tingkat produsen agar tidak jatuh. Dengan cara itu diharapkan petani dapat menikmati hasil panennya.

Kementerian Pertanian (Kementan) meminta stakeholder terkait untuk mengamankan stabilitas pasokan dan harga gabah saat panen raya. Hal ini untuk memastikan ketersediaan pangan aman dan terkendali. Untuk itu perlu didorong kerja sama dengan stakeholder terkait termasuk Perum Bulog dan Kostraling dalam rangka penyerapan gabah petani.

Tim Kementan yang dipimpin Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi pada rapat koordinasi di Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun beberapa waktu lalu mengungkapkan kunjungan ke lapangan sebagai upaya agar instansi/pihak terkait dapat menyerap hasil panen petani untuk membantu menstabilkan harga gabah saat panen. 

Pada kesempatan itu ditandatangani kesepakatan penyerapan gabah petani pada April-Mei 2022. Penyerapan yang dilakukan Kostraling sebanyak 5 ton, Perum Bulog 2.200 ton gabah atau setara 1.400 ton beras serta komitmen Bank BRI menyediakan KUR bagi Kostraling dalam penanganan panen dan pascapanen.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun Sodik Heri Purnomo mendukung penuh langkah Kementan. Dua tahun terakhir, produksi padi di Kabupaten Madiun meningkat. Tahun 2021 tercatat 165.000 ton surplus 330.000 ton.

“Di Madiun hasil produksi cukup menggembirakan. Kalau permasalahan selama ini di pupuk dan pasca panen. Solusinya pupuk dengan memanfaatkan pupuk organik dan pupuk non subsidi. Pasca panen dengan optimalisasi combine besar,” kata Sodik

Untuk itu Dinas Pertanian dan Perikanan Madiun telah mencoba membuat demplot seluas 70 ha. Hasilnya ternyata provitas meningkat dari 6,8 ton - 7 ton per ha menjadi 10 ton per ha, tanpa menggunakan pupuk subsidi. Harga padi dari demplot cukup menjanjikan sekitar Rp5.250 per kg, panen pun dilakukan dengan combine yang mampu menekan loses menjadi 10-15%.

Ketua Poktan Dewi Ratih, Muh Pawoko berharap harga saat panen raya tidak sampai jatuh karena memang hasil produksi bulan ini tertinggi dibanding bulan lain. Dia berharap dengan kehadiran Tim Kementan dan mitranya bisa menjaga harga tetap stabil.

Sementara itu Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Suwandi, berkomitmen mendukung dan mengoptimalkan serapan gabah petani.

“Untuk itu kami selalu memberikan bantuan saprodi dan alsintan pasca panen bagi petani. Kegiatan serapan gabah petani akan dilanjutkan dan diperluas ke daerah-daerah lain terutama yang mengalami penurunan harga dibawah HPP,“ kata Suwandi.

Dia optimistis Kostraling bersama Bulog dan mitra lainnya dapat menyerap gabah petani dengan harga wajar sesuai standar mutu yang ditetapkan. Untuk kostraling, dia menyarankan membangun dryer kapasitas 20 ton per 24 jam. Hasilnya bisa dapat gabah kadar air 14%, modal pembuatan sekitar Rp92 juta.

Baca Juga: Kementan Percepat Serapan Gabah Jaga Stabilitas Harga di Tingkat Petani
Jurus Anak Buah Jokowi Guna Memacu Produksi Pangan

Untuk lebih meningkatkan produksi, Suwandi menyarankan dengan luas baku sawah di Madiun 30.000 ha, bisa dibuat IP 400 seperti contohnya di Kabupaten Sukoharjo seluas 10.000 ha.

“Untung satu musim Rp15 juta, maka jika 4 kali menjadi Rp 60 juta. Kemudian terkait harga gabah, kondisi Madiun dikatakan aman dengan harga rata-rata Rp 4.400/kg masih di atas HPP," pungkasnya.

 

Video Terkait